Cross Selling dan Up Selling bisa dibilang dua strategi paling banyak digunakan dalam kegiatan marketing atau berjualan. Kedua strategi ini dulu banyak ditemui di restaurant cepat saji dan hotel, namun seiring dengan kemajuan teknologi, teknik ini juga banyak diterapkan di bisnis online dan bidang bisnis lainnya.

Secara tidak sadar, meski kita mungkin belum menerapkan teknik marketing yang satu ini, kita setidaknya sudah pernah beberapa kali menjadi korban Cross Selling dan Up Selling. Misanya ketika kita makan di restaurant McDon*lds atau KFC atau bahkan saat berbelanja di Indo*aret. Hehehe… sudah mulai tersadar kan? Yakin mau jadi korban saja? Ayo gunakan juga strategi bisnis ini untuk bisnis Anda.

Pengertian Cross Selling

Teknik marketing #CrossSelling adalah seni menjual produk/ jasa tertentu, kemudian menawarkan produk- produk lainnya yang berbeda. Misanya ketika Anda berbelanja di Indo*aret, setelah Anda berada di kasir dan selesai dengan barang belanjaan Anda, kasir tidak sungkan untuk selalu menawarkan, “Nggak sekalian pulsanya mbak?”.

Atau lebih mudahnya ketika kita berada di gerai restaurant cepat saji, kita awalnya mungkin hanya ingin membeli burger saja, tapi kebetulan di sana ada beberapa produk menarik yang tiba- tiba menggoda Anda, jadilah Anda juga membeli ice coffee dan salad. Lumayan untuk mengenyangkan perut tanpa perlu mampir ke tempat lain lagi.

Contoh lain lagi, saat Anda ke warnet, selain menawarkan paket internet, disana juga sering menjual makanan dan minuman yang siap menemani Anda berselancar di dunia maya. Atau saat Anda ke warung belanja hanya untuk memberi ikan dan sayur bayam, tiba- tiba ditawari oleh si penjual, “Nggak sekalian bumbu ikan, Bu? Ini juga ada mangga harganya masih murah lho”. Sering tidak terasa memang, tapi nyatanya, strategi ini sudah dinikmati oleh banyak orang.

Artikel Menarik Lainnya :   Tips Sukses Memulai Usaha Kuliner untuk Pemula

Pengertian Strategi Up Selling

Berbeda dengan Cross Selling yang menawarkan produk/ jasa tertentu dengan produk yang berbeda, di teknik #UpSelling, penjual menjual produk tertentu agar bernilai jual lebih dengan tambahan manfaat, keunggulan atau garansi yang dirasa lebih menguntungkan pembeli. Lebih mudahnya, Cross Selling adalah menjual produk A dengan menawarkan produk B, C, D dan E. Sedangkan Up Selling adalah seni menjual produk A, dan agar penjualannya meningkat maka dijadikan A+, A++ atau A+++.

Di Up Selling, penjual lebih menekankan untuk menjual produk yang memang diinginkan pembeli, tapi memiliki keunggulan yang lebih banyak lagi. Tujuannya masih sama, agar pembeli mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk tertentu.

Contohnya ketika Anda akan membeli flash disk di sebuah gerai aksesoris digital. Awalnya Anda hanya ingin membeli yang 2GB saja, tapi setelah sampai disana dan diberi pertimbangan oleh si penjual, akhirnya Anda memilih untuk membeli yang 8GB.

Artikel Menarik Lainnya :   10 Alasan Kuat Mengapa Banyak Orang Tidak Memulai Usahanya Sendiri

Contoh kedua ketika Anda membeli HP atau laptop. Awalnya Anda sudah mantap untuk membeli merek A yang sesuai kebutuhan Anda. Tapi setelah sampai disana, penjual memberi tahu Anda promo produk B dengan fitur lebih dan harga selisih sedikit. Setelah menimang- nimang, akhirnya Anda memilih produk B yang memang fiturnya lebih bagus dan juga dikenal awet untuk jangka panjang.

Sering membeli produk digital? Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan up selling. Seringkali si penjual ini menjual produk digital ini dalam beberapa jenis, yang pertama adalah dengan harga normal, lalu disusul harga kedua dan ketiga yang berupa produk yang sama tapi ada tambahan bonus, seperti video live dan bonus join grup.

Misalnya juga Anda membeli produk berupa paket hosting. Paket hosting ini selalu dibagi menjadi beberapa paket dengan nilai plus berupa bandwith, performa dan kelebihan- kelebihan lainnya.

Contoh lain lagi jika Anda membeli theme WordPress di Envato. Jika mau tambahan support selama 6 bulan ke depan, Anda bisa menambahkan biaya support di paket Anda. Dengan support tambahan, Anda bisa berkonsultasi sampai puas jika mengalami kendala dalam instalasi theme atau ingin menambahkan fitur tertentu.

Last but not least, kembali lagi ke gerai cepat saji. Jika di Cross Selling Anda membeli dua produk yang berbeda, maka ada kalanya gerai tersebut membuat paket- paket yang berbeda. Misalnya daripada Anda hanya membeli paket burger dan ice cola seharga Rp xxx, maka Anda dapat memilih variant paket lain berupa paket burger, ice cola, dan kentang goreng dengan harga selisih hanya kurang dari sepuluh ribu rupiah.

Artikel Menarik Lainnya :   5 Cara Cerdas untuk Meningkatkan Omset dengan Up Selling

Lebih asyik lagi kalau agan juga baca ini >> 5 Langkah Cerdas untuk Meningkatkan Omset dengan Up Selling.

Cross Selling dan Up Selling, Dua- duanya Cukup Menggoda

Tidak bisa dipungkiri, baik Cross Selling dan Up Selling, dua- duanya adalah strategi menjual yang sangat menguntungkan dan berpotensi meningkatkan omset penjualan Anda berkali- kali lipat. Dua teknik marketing ini memiliki tujuan yang sama, yaitu berusaha meyakinkan pembeli agar mau mengeluarkan uang lebih banyak. Bedanya, Cross Selling adalah dengan menjual produk yang berbeda, sedangkan Up Selling adalah produk yang sama.

Jika Anda memiliki toko online, Anda bisa menerapkan teknik ini saat ini juga. Anda bisa mencontoh Amazon dan toko online populer lainnya. Ketika Anda membeli, Anda akan melihat panel khusus yang biasa terletak di bagian bawah dengan kalimat marketing khas yang artinya “Pelanggan yang Membeli Produk Ini juga Membeli :” atau “Apa lagi yang Pelanggan Beli Setelah Melihat Produk Ini?” atau “Produk Sejenis”.

Atau jika Anda sudah memiliki bisnis offline yang belum menerapkan kedua strategi marketing ini, maka sudah pasti Anda layak untuk mencobanya.