Seberapa efektif kah konten yang Anda bagikan ke Facebook selama ini? Berapa tingkat engagement atau keterlibatan fans Anda dalam interaksi? Apakah setiap postingan Anda selalu menelurkan jumlah like dan share seperti yang Anda harapkan? Atau dengan audiens yang sudah besar, fanpage Anda justru lengang- lengang saja? Hmmm… kira- kira apa yang masih kurang ya?

Ketika postingan fanpage Anda terlihat minim interaksi, ada baiknya Anda kerap berkunjung ke newsfeed Facebook Anda untuk melihat selera teman- teman Facebook Anda. Lihat apa yang kerap mereka share, jenis postingan yang berulang- ulang di posting, tag foto atau postingan- postingan dari fan page yang lebih besar atau lebih ramai. Dengan mengamati ini secara jeli, di tahap awal Anda akan mulai mengenali selera audiens Anda. Hal ini juga sekaligus member Anda insight baru tentang viral konten di Facebook.

Menurut sebuah study tentang #socialmedia, rata- rata audiens memperhatikan konten yang tampil di newsfeed mereka selama 8 detik. Waktu yang sangat singkat, bukan? Jadi, tentu saja jika konten kita hanya melulu tentang diri kita ( produk kita ), audiens sudah malas duluan. Jeli dalam menyajikan konten akan membuat audiens lebih memperhatikan konten Anda dan setia menunggu postingan Anda.


Konten Story Telling Laris Manis di Facebook

Seperti apa sih konten story telling itu? Dari namanya saja kita sudah bisa menebak, bahwa konten ‘story telling’ berarti tidak jauh- jauh dari mengajak audiens untuk mendengarkan cerita atau menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Dengan kemasan story telling, status yang kita buat menjadi terdengar akrab dan nyaman untuk audiens, sehingga mereka pun tidak akan sungkan untuk berinteraksi dengan konten yang Anda bagikan.

Artikel Menarik Lainnya :   Benarkah IGTV Akan Menjadi Ancaman Serius untuk YouTube?

Lantas bagaimana cara memulai teknik story telling di Facebook? Bagaimana jika Saya tidak pintar bercerita? Well, yang namanya menulis dan bercerita itu sangat bisa dilatih. Dan jika Anda merasa agak kesulitan, gunakan lah tips menciptakan konten story telling Facebook ini. Semoga bermanfaat!

1. Story Telling Bukan Berarti harus Konten yang Panjang
Membuat konten story telling bukan berarti Anda sedang belajar membuat cerita pendek. Buatlah konten yang mengajak bicara audiens, meskipun tidak terlalu panjang tapi efektif dan membuat mereka memperhatikan konten Anda. Konten yang terlalu panjang justru kadang membuat audiens malas membaca sampai selesai.

2. Gambar yang Jelas, dan Menarik
Jangan pernah meremehkan penggunaan gambar di Facebook. Penggunaan gambar di konten social media terbukti bisa meningkatkan interaksi fan di Facebook sebanyak lebih dari 80%. Jika sebelumnya Anda terbiasa untuk tidak menggunakan media gambar, mulai sekarang gunakanlah gambar yang jelas dan menarik.

Berapa ukuran ideal untuk gambar yang bagus di postingan Facebook? Untuk postingan berupa gambar, ukuran yang disarankan Facebook adalah 470×470 px, namun Saya sendiri kerap menggunakan dimensi yang lebih besar seperti 600×600 px atau 700×700 px.

Jika Anga ingin membuat konten story telling yang langsung berkaitan dengan produk Anda, maka Anda dapat memanfaatkan foto produk dengan tambahan testimoni dari pembeli yang puas dengan produk Anda. Tambahkan sedikit teks tentang testimoni tersebut sehingga secara tidak langsung postingan Anda juga meng-edukasi audiens bahwa produk Anda ini benar- benar berkualitas dan terpercaya.

Lihat Gambar :
testimoni,facebook,story telling

3. Sesekali Sajikan Konten Video
Sekitar tahun 2014, Hootsuite pernah megnadakan survey tentang konten yang paling banyak di share di Facebook pada tahun 2014. Dari 10 konten yang paling banyak di-share, 8 diantaranya adalah konten yang menyajikan video. Mereka juga mengungkapkan bahwa konten berbentuk video di Facebook memiliki potensi sharing 12 kali lipat lebih banyak daripada konten dengan format gambar dan teks. Tidak heran jika kini brand- brand besar kini mulai banyak menggunakan video dalam kampanye iklan mereka. Jadi, tentu saja akan lebih menarik untuk menyajikan konten video untuk audiens Anda, bukan?

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Mudah dan Cepat Upload Video di Instagram IGTV

4. Gunakan Caption yang Menarik
Tanpa caption yang menarik, foto dan video yang atraktif akan menjadi garing. Padahal dengan caption yang keren dan hidup, maka konten story telling Anda akan menjadi semakin menarik untuk disimak. Khususnya jika konten yang Anda sajikan adalah dalam bentuk gambar lebih dari 2-3, tanpa caption, maka akan terasa ada yang kurang dalam konten tersebut. Sangat disayangkan, bukan?

5. Gunakan Maskot untuk Meningkatkan Daya Tarik dan Brand Awareness
Ada sebuah brand hijab yang kerap ber-sliweran di newsfeed Saya dengan maskot berupa boneka Muslimah. Menurut Saya penggunaan maskot boneka Muslimah ini menjadi daya tarik sendiri untuk postingan dan brand tersebut. Ada kesan lucu dan inovatif yang diusung oleh brand tersebut.

Selain brand itu, tentu kita juga familiar dengan brand- brand besar lain yang juga mengusung maskot yang menjadi ikon tak terpisahkan. Bagi mereka, maskot bukan hanya meningkatkan visualitas, tapi juga menjadi identitas mereka agar bisnis mereka semakin dikenal ( meningkatkan brand awareness ). Sebagai contoh Anda bisa melihat coklat M & M’s yang sukses dengan maskot coklat yang menggemaskan atau juga Nutrisari dengan maskot jeruk yang kocak.  Tertarik untuk menciptakan maskot Anda sendiri?

Artikel Menarik Lainnya :   Mau Sukses Berbisnis Online di Instagram? Begini Caranya…

6. Referensi Bisa Datang dari Mana Saja
Ini yang paling penting untuk diingat, membuat konten story telling ini tidak susah- susah amat sebetulnya. Anda dapat mengambil referensi mana saja untuk ide konten Anda. Anda bisa mendapatkan inspirasi dari kutipan- kutipan orang terkenal, cerita selebriti, sinopsis film, pandangan Anda tetang berita atau peristiwa yang baru terjadi akhir- akhir ini, trending topik dan masih banyak lagi. Perbanyak lah referensi dengan kreatif mencari berbagai ide, maka Anda akan semakin kreatif dalam menciptakan konten story telling yang menggigit.

7. Besar Kemungkinan Konten Anda Akan Di-copas Sana- Sini
Point ke tujuh ini sebenarnya bukan termasuk dalam tips ya, tapi peringatan, hahaha…. Ini dia nggak enaknya punya konten bagus di Facebook. Sekalinya Anda menciptakan konten yang bagus, terutama yang bertipe story telling, dalam hitungan jam Anda akan melihat konten Anda berada di sana sini di fan page orang lain. Bisa jadi jumlah share di fan page lain melebihi konten original milik Anda sendiri jika fan base mereka sudah besar. Terus terang, ini sulit untuk dicegah, sehingga ketika ini terjadi Anda tidak perlu berkecil hati. Salah satu tindakan yang dapat Anda lakukan untuk ini adalah dengan meminta si #fanpage yang meng-copas konten Anda untuk mencantumkan nama Anda sebagai sumber atau pemilik gambar.

Satu lagi, untuk menjaga konten Anda, biasakan untuk memberi watermark atau identitas di gambar Anda. Pemberian watermark atau identitas fanpage/ profil Anda juga dapat meningkatkan popularitas fanpage Anda secara tidak langsung.