Apakah Anda termasuk satu dari mereka yang terburu- buru untuk meningkatkan jumlah follower Anda di social media? Memang sih kalau followernya sedikit itu nggak seru.. kurang enak untuk dilihat. Tapi coba deh jawab dulu pertanyaan penting ini  : mana yang lebih penting, punya 10.000 fans atau follower tapi tidak ada interaksi atau mempunyai 100 follower yang benar- benar aktif berinteraksi dengan Anda?

Pertanyaan ini memang ngena banget untuk Anda yang terlalu sering terhipnotis pada angka di sebuah sosial media. Tidak heran, orang rela merogoh kocek mereka untuk membeli follower untuk menimbulkan kesan populer. Padahal, kalau jumlah follower tidak sebanding dengan interaksi di akun sosial media Anda, bukankah ini tipu muslihat semata??

Jumlah follower bukan segalanya..
Suka atau tidak, tapi begitulah faktanya. Jadi, jangan senang dulu kalau jumlah followernya sudah ratusan ribu. Pertanyaannya, Anda dapat apa dari jumlah follower yang sangat banyak itu? Berdampak sekali pada trafik dan konversi Anda atauu tidak? Selain itu, setiap sosial media memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lain. Misalnya di Facebook, sebagian besar audiens, khususnya Indonesia, memang doyang sekali memberi likes. Apa- apa yang lewat sering di likes, walaupun tidak terlalu tertarik atau bahkan sama sekali tidak paham itu apa.

Beda ceritanya jika jumlah fan atau follower Anda sangat tertarget. Sudah pasti follower yang betul- betul on target ini sedikit banyak akan memberik Anda kontribusi, baik itu berupa interaksi di fanpage Anda atau bahkan klik ke website dan konversi langsung ke penjualan. Jadi, sekiranya jumlah fans atau follower Anda hanya akal- akalan, sudah jangan bangga dulu. Baru boleh bangga jika jumlah follower yang banyak ini :
–  Aktif melakukan interaksi di page atau akun sosial media Anda
– Follower atau fan terkonversi menjadi trafik untuk website Anda atau ke sales

Bagaimana Cara Membeli Follower??
Lho katanya tidak boleh beli follower? Kok ini di postingannya juga ada cara membeli follower? Duh gan.. sabar gann.. jangan suka mengambil kesimpulan secara sepihak ya. Begini, artikel ini dibuat untuk tujuan edukatif. Dan tentu saja kami tidak berbagi cara membeli follower untuk memicu Anda beli follower. Tidak sama sekali. Artikel ini hanya memberi konten informatif, edukatif dan memberi Anda konten daging yang tidak setengah- setengah. Paham kan?

Artikel Menarik Lainnya :   Tips Meningkatkan Ranking SEO dengan Menggunakan Sosial Media

Okee.. lanjut lagi. Ada beberapa situs yang menklaim bisa meningkatkan jumlah follower Anda di sosial media dengan cepat. Beberapa layanan ini ada yang menawarkan layanan gratis dan beberapa lainnya berbayar. Nah setiap situs bisa sangat berbeda, baik darii segi metode atau pun kualitas follower nya.

Ada yang menggunakan “Aggressive Following Technique” alias teknik agresif dalam mengumpulkan follower. Dengan teknik ini ( biasanya hanya di Twitter ), Anda bisa diikuti oleh jumlah pengguna yang jumlahnya sangat banyak, dengan syarat saling mem-follow akun satu sama lain, untuk meningkatkan jumlah follower secara cepat dan dalam jumlah yang besar. Jika setelah di-follow lalu Anda tidak mengikuti balik, maka alamat jumlah pengikut Anda akan turun dalam beberapa saat yang akan datang.

Teknik ini sebenarnya melanggar TOS Twitter dan sebaiknya dihindari. Sebenarnya tidak ada salahnya untuk mem-follow dan unfollow banyak akun dalam satu hari, tapi Twitter akan membaca akun Anda sebagai akun yang mencurigakan dan akun Anda bisa di-suspen seketika itu juga. Yang perlu dicatat juga, situs seperti ini akan meminta Anda untuk memberikan ijin untuk mengakses #Twitter Anda agar dapat mengikuti sebuah akun. Jadi Anda bisa mem-follow akun- akun lain tanpa Anda sadari.

Selain itu, teknik lain yang cukup populer adalah dengan menggunakan teknik Zombie Account Following, yaitu membayar pihak ketiga untuk mendapatkan jumlah follower tertentu, misalnya 100, 1000 atau bahkan ratusan ribu pengikut atau likes. Pada umumnya, si situs penyedia ini berperan sebagai supplier yang memiliki database akun zombie ( akun yang sudah tidak aktif ) di Twitter atau Facebook sehingga mereka dapat menggunakannya untuk mengikuti akun Anda atau menjadi fans. Kebanyakan dari mereka ini biasanya adalah akun yang benar- benar sudah tidak aktif.

Artikel Menarik Lainnya :   10 Fakta Menarik Tentang Media Sosial untuk Bisnis

Mengapa sih Membeli Follower Bisa Berakibat Buruk untuk Social Media Anda?

Nah.. ini dia yang akan menjadi menu utama kita di artikel ini. Karena intro nya sudah panjang lebar, jadi mari langsung kita mulai sekarang juga!
1. Low Edgerank Score ( Interaksi Rendah )
Ketika follower atau fans Anda adalah hasil beli gelondongan, Anda tidak benar- benar mendapatkan orang yang tertarik atau ingin berinteraksi dengan akun sosial media Anda. Anda benar- benar hanya membeli angka saja. Setelah membayar jumlah pengikut atau fans tersebut, Anda juga bisa mendapatkan pengikut berupa akun palsu dalam jumlah yang sangat banyak. Salah seorang blogger kelas dunia bernama Zach Bussey pernah melakukan sebuah eksperimen dengan membuat akun Twitter baru dan membeli follower dalam jumlah banyak. Dalam sekejap, memang benar jumlah followernya bisa mencapai puluhan ribu akun. Tapi sialnya, jumlah followingnya ( akun yang ia ikuti ) juga bertambah ribuan. Dan ketika pria ini asik menganalisa, dia menemukan hasil yang menarik, yaitu hampir semua pengikut ini adalah akun palsu. Zong dong ya?

2. Anda Bisa Berakhir dengan Spamming Follower Asli Anda
Kasus ini sering sekali terjadi, yaitu setelah Anda menggunakan pihak ketiga untuk meningkatkan follwoer Anda, maka secara otomatis Anda memberikan mereka akses gratis ke akun Twitter Anda. Secara tidak sadar, akun Anda kerap mengirim pesan- pesan berupa iklan agar orang- orang juga mau menggunakan jasa pihak ketiga yang Adnda pakai. Kalau sekali dua kali mungkin bisa dimaafkan, tapi ini bisa terjadi secara terus menerus dan membuat follower Anda merasa kesal. AKhirnya, follower asli yang benar- benar tertarik untuk berinteraksi dengan akun Anda justru memutuskan untuk berhenti mengikuti Anda. Wahh… rugi kan?

3. Reputasi Anda Akan Tercoreng
Follower palsu bisa dilacak dengan mudah sebenarnya. Nah ini yang akan mencoreng reputasi dan nama Anda. Apalagi jika Anda adalah seorang affiliate marketer atau mencoba menggunakan akun sosial media Anda untuk berbisnis, tentu saja Anda tidak mau orang lain tahu bahwa ribuan pengikut yang Anda miliki semuanya adalah palsu, bukan? Keren sih punya jutaan pengikut atau fans, tapi setelah ketahuan angka itu tidak lebih dari tipu- tipu, maka Anda akan malu karena reputasi Anda tercoreng.

Artikel Menarik Lainnya :   Hashtag Marketing : Panduan Lengkap Hashtag dan Tips Menggunakannya

4. Anda Akan Ketahuan
Ini masih terkait dengan no. 3 ya. Seperti yang diungkapkan tadi, follower palsu Anda dapat dilacak dengan mudah. Tinggal ketik Google, Anda akan bisa menemukan beberapa software yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi siapa saja follower palsu di akun Anda. Dengan tool ini Anda juga bisa menganalisa berapa persentase follower Anda yang fake dan berapa yang asli. Malu kan kalau 90% follower Anda adalah fake??

Apa Resiko Lain Menggunakan Follower atau Fans Palsu??

Baik Twitter atau Facebook keduanya sama- sama melarang penggunaan follower palsu. Twitter secara sigap akan men-suspen akun- akun yang dicurigai melakukan tindakan yang melawan TOS mereka. Sama halnya dengan Facebook. Bahkan pada beberapa bulan yang lalu sempat juga trending berita yang menyebutkan Facebook melakukan bersih- bersih dan menghapus 18juta akun fiktif yang kerap digunakan sebagai praktek untuk meningkatkan follower/ fans. Selain itu, Facebook juga aktif menghapus likes palsu dari sebuah fanspage.

Lalu, Bagaimana Cara yang Tepat untuk Meningkatkan Follower atau Fans?

Tentunya jangan berpikir cara instant. Jika Anda ingin meningkatkan follower atau fans Anda dengan lebih cepat dan tidak melanggar TOS platform sosial media yang Anda ikuti, solusinya ya sisihkan lah budget untuk beriklan. Dengan beriklan, Anda juga mendapatkan nilai plus berupa fans yagn sangat #tertarget. Jika ingin cara yang alami dan engangement baik, gunakanlah sosial media Anda untuk berinteraksi sebagai mana akun sosial media pada umumnya. Rajin lah posting konten bermanfaat yang memberi value kepada orang lain, maka pasti lah orang ‘real’ tersebut akan tertarik untuk menjadi bagian akun sosial media.