10+ Tips Meningkatkan Keamanan Website Anda dari Ancaman Digital

10+ Tips Meningkatkan Keamanan Website Anda dari Ancaman Digital

Membuat website bukan lah hal yang asing lagi bagi masyarakat modern di era digital. Mulai dari website gratisan seperti blogspot, hingga ‘mencicipi’ website hosting berbayar dengan dukungan CMS seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan masih banyak lainnya, membuat pemilik bisnis semakin mudah untuk membangun website mereka dengan cepat dan efisien.

Sayangnya, kemudahan membangun website ini kerap tidak dibarengi dengan kesadaran pentingnya meningkatkan keamanan website (web security) di saat yang bersamaan. Banyak webmaster yang masih mengabaikan hal ini meskipun menyadari bahwa website adalah salah satu asset paling berharga mereka dalam bisnis.

Berbagai Ancaman Digital Siap Mengancam Keamanan Website Anda

Ternyata, tidak sedikit hal yang bisa mengancam keamanan website kita. Beberapa jenis ancaman yang kerap terjadi antara lain adalah :
1. Virus/ Malware
2. Spam
3. Bot
4. Hacker

ancaman digital

Dari keempat serangan ini, mana yang pernah Anda alami? Jangan menunggu sampai satu atau lebih dari mereka mempora- porandakan aset berharga Anda dalam bisnis.

11 Langkah Penting Meningkatkan Keamanan Website

Bayangkan jika Anda merasa sudah mempunyai website dengan domain yang sempurna dan website tersebut telah menjadi sangat vital untuk bisnis Anda. Dan suatu hari Anda kehilangan website tersebut karena serangan hacker yang selama ini tidak pernah Anda sangka- sangka. Apa akibat yang terjadi selanjutnya? Anda bukan hanya kehilangan sebuah asset berharga, tapi sekaligus bisnis Anda nyaris tumbang. Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda!

Maka dari itu, penting sekali untuk meningkatkan keamanan website Anda dari ancaman digital yang bisa muncul sewaktu- waktu, baik itu dari serangan virus atau hacker. Sebagai pemilik website, berikut ini 10 langkah penting yang harus Anda lakukan :

1. Lakukan Update Website Secara Berkala

Banyak bot hacker yang bekerja secara otomatis dalam mengintai ‘mangsa’nya. Salah satu faktor yang membuat pekerjaan mereka menjadi semakin mudah adalah website yang perangkat lunaknya sudah usang dan tidak aman lagi untuk dijalankan. Maka dari itu, langkah awal yang harus Anda lakukan untuk mencegah peretasan adalah melakukan update situs Anda secara berkala sesegera mungkin saat plugin atau versi CMS baru tersedia.

Jika website Anda relatif jarang di-update dengan konten, misalnya situs bertipe Company Profile, Anda bisa menggunakan plugin WP Updates Notifier. Plugin ini akan membantu Anda mendapatkan notifikasi pembaruan plugin atau inti WordPress ke email Anda. Melakukan pengecekan website hanya sebulan sekali atau seminggu sekali bisa membahayakan website Anda jika bot hacker berhasil menemukan kerentanan dari website sebelum Anda berhasil menambalnya. Kecuali Anda menjalankan firewall situs web, melakukan pembaruan segera setelah update dirilis adalah hal yang sangat penting untuk keamanan website Anda.

2. Gunakan Kata Sandi yang Kuat

Menggunakan kata sandi yang kuat adalah point penting lainnya. Rekomendasi dari WP Engine, kata sandi yang digunakan webmaster seharusnya memenuhi tiga persyaratan utama yang harus diikuti, yaitu CLU (Complex, Long, Unique).

COMPLEX berarti kata sandi yang digunakan adalah acak atau rumit. Jangan gunakan kata sandi yang mudah ditebak orang lain, seperti tanggal lahir atau kata- kata yang nyata. Sebaliknya, Anda disarankan untuk memilih karakter acak yang merupakan perpaduan antara huruf besar, huruf kecil, angka, dan tanda baca.

LONG artinya kata sandi disarankan lebih dari 8 karakter. Kata sandi dengan 8 karakter akan lebih mudah menghentikan orang lain dari menebaknya hanya dalam beberapa kali percobaan. Maka dari itu, semakin panjang dan rumit kata sandi, maka ini akan semakin baik untuk keamanan website Anda.

Yang terakhir, kata sandi Anda harus memenuhi syarat UNIQUE atau unik. Kata sandi Anda sebaiknya tidak sama dengan kata sandi Anda di website atau akun lain yang Anda miliki di internet. Misalnya saja ada orang yang mengetahui kata sandi akun Facebook Anda, maka seharusnya mereka tidak bisa menggunakan password tersebut untuk mengakses website, email, atau akun internet banking Anda.

“Lalu bagaimana caranya mengingat 10 kata sandi berbeda sepanjang lebih dari 10 karakter?”
Anda tidak harus mengingat semuanya memang. Untuk membuatnya mudah, Anda bisa menggunakan pengelola kata sandi seperti “LastPass” (penggunaan secara online) atau “KeePass 2” (penggunaan secara offline). Anda bisa mempelajari lebih lanjut kelebihan dan kekurangan dua layanan ini dan mempertimbangkan salah satu dari keduanya untuk mengelola daftar kata sandi Anda.

3. Lakukan Backup Secara Berkala, Namun Tidak Menyimpannya di Server Situs Anda

Meski bukan hal yang kita inginkan, hal buruk bisa terjadi situs Anda kapan saja. Maka dari itu, penting untuk melakukan backup data situs Anda secara berkala. Namun, perlu diingat bahwa Anda sebaiknya Anda tidak menyimpan backup tersebut di server situs Anda. Backup ini selalu berisi versi CMS dan ekstensi yang tidak di- patch yang tersedia untuk umum sehinggai resiko keamanan menjadi semakin besar. Saat file backup Anda tersimpan di server, hal ini dapat memudahkan kerja peretas saat mengakses server Anda.

4. Gunakan Konsep Least Privileged

Jika Anda meng-hire beberapa penulis atau admin website, pastikan bahwa izin pengguna mereka sesuai dengan yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika suatu waktu mereka membutuhkan izin yang perlu ditingkatkan, Anda bisa memberikannya, lalu menguranginya kembali setelah pekerjaan tersebut selesai. Ini lah yang disebut dengan konsep Least Privileged.

Mengatur User Role di WordPress

Misalnya Anda mempunyai beberapa penulis untuk posting blog di situs Anda. Pastikan mereka tidak mempunyai hak administrator penuh atas situs Anda. Akun tersebut seharusnya hanya mempunyai otorisasi untuk membuat dan mengedit konten mereka sendiri, dan mereka tidak mempunyai akses untuk mengubah pengaturan situs website.

Pembatasan akses ini akan melindungi website Anda dari kerusakan yang tidak perlu serta mencegah website Anda dari penyalahgunaan dari pengguna ‘nakal’ secara langsung.

5. File Konfigurasi Server

Seorang admin web harus benar- benar mengenal file konfigruasi server situsnya. Server web Apache menggunakan file .htaccess, server Nginx menggunakan nginx.conf, sedangkan Microsoft IIS menggunakan web.config. File- file yang dapat ditemukan di root direktori situs ini mempunyai peranan yang sangat penting untuk situs Anda karena bekerja menjalankan aturan server. Hal ini termasuk arahan untuk meningkatkan keamanan situs Anda.

Beberapa rekomendasi aturan untuk Anda tambahkan ke server adalah sebagai berikut :

  • Mencegah penjelejahan direktori (Prevent directory browsing), yaitu melakukan pembatasan informasi untuk mencegah pengguna jahat untuk melihat isi setiap direktori situs website Anda.
  • Mencegah hotlinking gambar (Prevent image hotlinking), yaitu mencegah situs web lain menampilkan gambar dari server web Anda. Jika ada orang yang menautkan gambar dari server Anda, bandwith dari paket hosting Anda mungkin akan cepat habis untuk menampilkan gambar untuk situs orang lain.
  • Lindung file sensitif (Protect sensitive files), yaitu melindungi file dan folder tertentu seperti file konfigurasi CMS yang berisi detail info masuk basis data dalam teks biasa. Untuk meningkatkan keamanan, mungkin Anda dapat mengunci lokasi admin area atau membatasi eksekusi PHP dalam direktori yang menyimpan gambar atau mengizinkan unggahan.

Selain tiga hal ini, ada juga rules dan opsi lain yang dapat Anda atur di file konfigurasi server untuk meningkatkan keamanan situs Anda.

6. Mengatur File Permission

File permission akan menentukan siapa yang bisa melakukan apa ke sebuah file di situs web Anda. Setiap file di server web akan mempunyai tiga jenis izin yang masing- masing menggunakan kode angka seperti :

  • Read (4), yaitu untuk dapat melihat isi file
  • Write (2), yaitu untuk dapat mengubah isi file
  • Execute (1), yaitu untuk menjalankan file program

Untuk mengatur beberapa izin/ permission secara bersamaan, Anda hanya perlu menambahkan angka bersama- sama. Misalnya jika Anda mengatur file tersebut untuk bisa membaca (4) sekaligus menulis (2), makai zin pengguna yang Anda berikan adalah 6. Jika izin pengguna adalah membaca (4), menulis (2), dan menjalankan (2), maka izin pengguna yang diberikan adalah 7.

Selain itu, ada juga tiga jenis user yang harus Anda ketahui, yaitu :

  • Owner, yaitu pemilik file (hanya satu orang yang bisa menjadi pemilik file)
  • Group, yaitu grup file dimana setiap pengguna yang merupakan bagian dari grup tersebut akan mendapatkan izin tersebut
  • Public, yaitu semua orang

Saat menginstall CMS, permission di file/ folder Anda akan mendapatkan konfigurasi secara default. Dengan panduan ini, Anda dapat mengubah izin file tersebut sesuai kebutuhan dengan mengutamakan faktor keamanan untuk situs web Anda.

7. Ubah Pengaturan Standar CMS

Meskipun mudah digunakan, aplikasi CMS seringkali masih kurang optimal dari persepektif keamanan. Serangan hacker yang paling sering terjadi terhadap sebuah situs seringkali terjadi secara otomatis dan hal ini banyak dipengaruhi oleh pengaturan default yang digunakan. Maka dari itu, Anda perlu mengubah beberapa pengaturan default saat menginstall CMS yang Anda pilih, seperti melakukan perubahan pada point 5 & 6 di atas.

Misalnya saja, secara default beberapa aplikasi CMS memungkinkan pengguna untuk bisa menginstall ekstensi apa pun yang mereka inginkan. Ada juga pengaturan yang mungkin perlu Anda lebih perhatikan dalam mengontrol komentar, izin pengguna (pengaturan permission), dan visibilitas informasi pengguna.

8. Pemilihan Ekstensi, Add On, & Plugin

Salah satu hal menarik dari penggunaan CMS adalah fleksibilitasnya. Ada banyak plugin, add-on, dan ekstensi yang menyediakan hampir semua fungsi yang Anda butuhkan. Sayangnya, fleksibilitas ini juga kerap menjadi pedang bermata dua. Tidak jarang Anda menemukan beberapa ekstensi yang menawarkan fungsi serupa dan membuat Anda bingung, mana yang sebaiknya Anda pilih?

Jika ini terjadi, maka yang sebaiknya Anda pilih adalah yang terakhir mendapatkan pembaruan. Jika pembaruan terakhir lebih dari beberapa tahun terakhir, dikawatirkan ekstensi tersebut telah berhenti dikerjakan oleh pengembangnya dan ini bisa meningkatkan resiko keamanan situs Anda kapan saja.

Berbanding terbalik dengan ekstensi yang secara aktif terupdate atau pengembang secara aktif memantau ekstensi tersebut. Jika Anda mengalami masalah keamanan atau bug terhadap ekstensi tersebut, maka laporan Anda akan mendapatkan dukungan dari pengembang dengan mudah.

Selain itu, Anda juga dapat mempertimbangkan usia ekstensi tersebut dan jumlah pengguna yang menginstallnya. Ekstensi yang dikembangkan oleh pengembang yang sudah ‘besar’ biasanya akan mempunyai lebih dari 100 pemasangan sejak pertama kali dirilis. Bagi pengembang tersebut, keamanan adalah hal yang sangat penting dalam mengembangkan ekstensi/ plugin sebelum akhirnya user gunakan.

9. Satu Situs = Satu Hosting

Paket hosting unlimited memang menggoda! Anda bisa membayangkan betapa hemat dan efisiennya mengatur situs- situs Anda dalam satu hosting saja. Namun sayangnya, hal ini sebenarnya adalah salah satu praktek keamanan terburuk dalam panduan web security. Mengapa? Karena menaruh beberapa situs dalam satu hosting berlokasi sama berpotensi menciptakan serangan hacker yang lebih besar. Serangan hacker yang dilancarkan terhadap instalasi CMS Anda dapat menyebar dengan sangat mudah saat banyak situs dihosting di lokasi yang sama.

Selain itu, proses pembersihan juga akan menjadi PR yang melelahkan saat hacker meretas semua situas Anda di saat yang bersamaan.  Selain memakan waktu, tingkat kesulitan juga lebih tinggi karena situs yang terinfeksi dapat terus menginfeksi satu sama lain dalam satu lingkaran tanpa akhir. Benar- benar melelahkan!

10. Menginstall SSL

SSL (Secure Sockets Layer) adalah protokol keamanan standar untuk membuat tautan ter-enkripsi antara server web dan browser dalam komunikasi online. SSL bekerja melakukan enkripsi komunikasi antara Titik A dan Titik B, yaitu antara server situs web dan browser.

SSL Certificate - Web Security

Salah satu peranan SSL dalam web security adalah melindungi informasi pribadi pengunjung, mengamankan transfer data, transaksi kartu kredit, dan data login. Untuk situs web e-Commerce atau web apapun yang menerima pengiriman formulir dengan data pengguna sensitif atau informasi identitas pribadi, mempunyai sertifikat SSL (SSL Certificate) sangat penting.

Saat sebuah website mempunyai SSL Certificate terpasang dengan benar di server, maka akan muncul ikon gembok hijau kecil yang tampil di sebelah kiri URL situs web di browser dan https akan muncul dengan warna hijau juga. Dengan SSL Certificate, pemilik situs web telah memberikan keamanan kepada pelanggan dan membuat mereka lebih betah untuk terus berada di situs web Anda dalam jangka waktu yang lebih lama.

Salah satu bukti nyata dari pentingnya SSL Certificate adalah update terbaru dari Google Chrome Juli 2018 yang akan memberikan peringatan situs tidak aman saat pengunjung menjelajah sebuah situs web yang belum terinstall dengan SSL Certificate.

11. Gunakan Layanan Hosting yang Terpercaya dan Berkualitas

Salah satu tolak ukur dalam menentukan hosting berkualitas dan terpercaya adalah kesadaran perusahaan hosting tersebut terhadap pentingnya web security. Pastikan layanan hosting Anda menyadari ancaman terhadap situs web itu nyata sehingga mereka mempunyai beberapa fitur andalan untuk meningkatan keamanan situs web Anda.

Sebelum memilih layanan hosting, baik lokal maupun luar negeri, coba lah untuk melakukan riset terhadap kualitas keamanannya. Pastikan provider hosting tersebut mendukung keamanan website dan handal di setiap kesempatan. Selain aman, pastikan juga kualitas server dan dukungan pelanggan hosting tersebut juga berkualitas.

Kesimpulan

Saat website adalah asset berharga dalam sebuah bisnis, membangun situs web dengan tingkat keamanan yang baik adalah sebuah keharusan. Jangan sampai kesadadaran Anda untuk meningkatkan web security ini baru bertumbuh saat Anda mengalami serangan hacker atau virus pada website Anda. Dengan meningkatkan keamanan situs web kita, mulai dari 11 langkah di atas, kita telah melindungi asset berharga kita dalam bisnis.

Apa itu SSL/ TLS? Mengapa Menjadi Perisai Penting untuk Website?

Apa itu SSL/ TLS? Mengapa Menjadi Perisai Penting untuk Website?

Untuk Anda pemilik website, istilah SSL atau Secure Socket Layer tentu bukan hal yang asing lagi. Terlebih di era SEO masa kini, penggunaan SSL untuk website menjadi semakin penting.

SSL juga mempunyai banyak sekali manfaat tersembunyi. Selain menguatkan keamanan website, SSL juga berdampak positif untuk optimasi SEO.

Karena pentingnya, di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara khusus tentang apa itu SSL/ TLS, cara kerjanya, manfaat dan mengapa penting untuk website menggunakan SSL.

Pengertian SSL dan SSL Certificate (Sertifikat SSL)

SSL Certificate - Web Security

SSL adalah salah satu komponen penting website yang menjembatani sambungan aman antara browser web dengan pengguna. Dengan fitur SSL, transfer data di website menjadi lebih aman dan terenkripsi.

SSL menjadi fitur yang penting untuk website. Karena tanpa menggunakan layanan ini, mulai Juli 2018 silam Google Chrome mulai melabeli akses website tanpa sertifikat SSL sebagai
Not Secure.

Di dunia teknologi, SSL adalah standar industri untuk komunikasi website yang aman dan melindungi jutaan transaksi online setiap harinya. SSL bekerja mengamankan data transaksi kartu kredit, transfer data, dan login.

Untuk bisa menggunakan koneksi SSL, web server harus sudah mempunyai sertifikat SSL. Saat seseorang mengaktifkan protokol SSL di server web mereka, mereka akan diminta untuk menjawab pertanyaan yang akan membangun identitas mereka.

Setelah sertifikat SSL berhasil t
erbit, server web akan membuat dua kunci kriptografi. Kunci tersebut adalah Private Key dan Public Key. Selanjutnya, akan ada rumus enkripsi yang menciptakan hubungan aman antara web server dan browser pengguna.

Apa Bedanya SSL dan TLS?

Pertanyaan yang sering muncul, apa sih bedanya SSL dan TSL? Apakah keduanya sama?

TLS kepanjangan dari Transport Layer Security. TLS adalah protokol kriptografi pengganti dari SSL yang dirancang untuk memberikan keamanan komunikasi melalui jaringan server.

Pada dasarnya teknologi SSL sudah sepenuhnya digantikan oleh TLS untuk mengamankan privasi data. Meski begitu, banyak orang sudah terlalu familiar dengan SSL, sehingga perusahaan masih banyak menggunakan istilah ini.

Padahal, fitur enkripsi yang saat ini disediakan adalah TLS. Keduanya memang bekerja mengamankan transfer data di dalam website. Namun teknologi TLS adalah teknologi yang paling terbaru dan upgrade dari SSL.

Cara Kerja SSL/ TLS

SSL vs Non SSL

SSL Certificate bekerja menggunakan Public Key Cryptography. Kriptografi ini bekerja memanfaatkan kekuatan dua kunci yang merupakan rangkaian panjang angka- angka yang dihasilkan secara acak, berupa Public Key dan Private Key.

Public Key dapat mengidentifikasi server dan akan berada di domain public. Key ini akan berfungsi untuk mengenkripsi file apa pun yang akan Anda kirim.

Berbeda dengan Public Key, Private Key akan mengunci dan mengenkripsi data atau file apa pun yang akan pe
ngguna terima.

Selain itu, SSL/ TLS juga mempunyai session key untuk setiap secure session unik. Saat visitor mengetikkan alamat URL yang telah diamankan SSL ke laman web yang sudah terlindungi, browser dan web server akan membuat koneksi.

Pengguna bisa mengenali website yang sudah menggunakan SSL/ TLS dari adanya ikon gembok atau bar hijau yang muncul dari atas browser. Saat diklik, ikon ini akan menginformasikan bahwa koneksi pengguna aman dan browser mempunyai sertifikat keamanan.

Dengan sistem keamanan ini, data- rata penting pengguna akan terenkripsi sehingga tidak ada oknum yang tidak bertanggungjawab yang berusaha menggunakan data- data tersebut secara ilegal.

Manfaat SSL/ TLS untuk Sebuah Website

Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh saat website menggunakan SSL/ TLS. Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan SSL/ TLS untuk website :

1. Mengamankan Proses Transfer Data di Website

Salah satu manfaat utama menggunakan SSL/ TLS adalah enkripsi yang membuat data menjadi lebih aman. Pertukaran data ini terjadi antara komputer Anda dengan visitor yang berusaha mengunjungi website yang terlindungi dengan public key dan private key.

Ikon gembok dan HTTPS juga membantu pengunjung merasa lebih aman saat berkunjung ke website Anda.

2. Meningkatkan Reputasi Website

Saat website Anda masih menggunakan protokol HTTP saja, Google akan memberi peringatan Not Secure setiap kali pengunjung mencoba mengakses web Anda.

Peringatan ini juga muncul saat pengunjung mengisi data atau memasukkan informasi sensitif, seperti data login, password, form, dan yang lainnya. Suka atau tidak, Google ‘memaksa’ pemilik website untuk mengenkripsi data yang berada di dalam jaringan internet demi keamanan.

3. Optimasi SEO On Page

Seperti yang sempat Panda singgung di atas, SSL di website akan berpengaruh positif terhadap kualitas SEO. Terlebih, sejak 2014, algoritma Google secara tidak langsung memprioritaskan website yang menggunakan SSL, daripada yang tanpa SSL.

Google juga menyatakan jika situs dengan SSL/ TLS mempunyai peringkat yang lebih baik daripada yang tidak mengaktifkan SSL, meskipun
sudah memperhitungkan semua faktor yang sama. Selain itu tentu saja, SSL bisa Anda gunakan secara gratis. Jadi, mengapa tidak?

Cara Memasang SSL/ TLS di Website WordPress

Plugin Really Simple SSL

Untuk Anda pengguna WordPress, memasang SSL/ TLS bisa Anda lakukan dengan mudah. Caranya adalah dengan menggunakan plugin Really Simple SSL.

Namun tentu saja, sebelumnya Anda sudah mengaktifkan SSL di provider hosting lebih dulu. Setelah membeli dan menginstalnya, ubah pengaturan SSL melalui dashboard WordPress.

Di bagian dashboard WordPress Anda, buka Setting > General. Scroll ke bawah dan temukan kolom WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) dan ubah HTTP ke HTTPS, Simpan.


Setelah proses ini, jangan lupa untuk menyimpan perubahan apakah SSL dan HTTPS berfungsi dengan baik atau belum.

Kesimpulan

Sampai di tahap ini, Panda yakin kita sudah memahami apa itu SSL (Secure Sockets Layer) dan TLS (Transport Layer Security) dengan baik. 

SSL membantu mengenkripsi semua data yang ditransfer dengan aman, sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak ketiga. Menggunakan SSL/ TLS juga membantu mengoptimalkan website kita, dari sisi reputasi kepada pengguna dan
SEO On Page di mesin pencari.

Banyak hosting terbaik yang kini sudah mendukung free SSL/ TLS untuk penggunanya. Dengan ini, tidak alasan untuk tidak menggunakan layanan ini lagi. Untuk panduan berikutnya, Anda juga bisa membaca artikel Panda tentang bagaimana Cara Mudah Memasang SSL/TLS HTTPS di Website.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Update Google Chrome Juli 2018 : Banyak Situs Web Akan Ditandai Tidak Aman

Update Google Chrome Juli 2018 : Banyak Situs Web Akan Ditandai Tidak Aman

Ada sebuah update dari Google Chrome yang mungkin menciptakan mindset baru untuk para publisher atau blogger. Jika sebelumnya banyak dari blogger yang belum menyadari pentingnya SSL Certificate dan HTTPS untuk website mereka, maka hal ini akan berubah.

Mulai Juli 2018 ini, Google Chrome browser versi baru akan memperingatkan pengguna bahwa situs yang dikunjunginya tidak aman saat website tersebut tidak mempunyai sambungan HTTPS. Karena Chrome sendiri adalah salah satu browser web terpopuler, tentu update terbaru ini bisa menjadi hal yang serius untuk blogger.

Selain dari pihak Google, kesadaran pengunjung web terhadap keamanan data informasi diprediksi semakin meningkat dari waktu ke waktu. Jika situs web Anda memuat data informasi pengguna, maka SSL Certificate dan HTTPS adalah hal yang wajib Anda gunakan.

 

Keamanan Website Semakin Penting untuk Google

Anda mungkin familiar dengan icon “kunci” aman yang terletak di pojok kiri atas URL browser Anda. Untuk pengguna, ini adalah informasi bahwa situs yang mereka kunjungi aman dan dapat dipercaya untuk mengolah data informasi pengguna.

Sebenarnya keamanan situs web kini sendiri telah menjadi hal yang serius untuk Google dimulai saat mereka memberikan preferensi situs aman dalam page rank sejak 2014. Situs dengan koneksi HTTPS aman, sebagai lawan koneksi HTTP standar, akan mendapakatkan sedikit dorongan peringkat di mesin pencari.

Dengan situs web yang aman, Google memberikan pengalaman penelusuran yang paling relevan sekaligus aman untuk pengunjungnya. Saat pengunjung merasa aman di website mereka, maka besar kemungkinan mereka akan kembali dan memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh Google. Bisa dibilang, user experience terbaik adalah goal dari Google.

Bagaimana Pembaruan Google Chrome Mempengaruhi Website Anda

Jika situs web Anda tidak terinstall dengan SSL Certificate pada saat update HTTPS dirilis, maka situs web Anda akan ditampilkan sebagai halaman “tidak aman” saat diakses melalui browser Chrome.

Dengan semakin tingginya kesadaran pengguna terhadap keamanan informasi digital, maka akan menjadi masalah besar saat pengunjung website Anda menyadari hal pertama yang mereka lihat saat mengakses halaman Anda adalah pernyataan “situs yang Anda akses tidak aman”.

Update Google Chrome - HTTP Update

Kemungkinan yang terjadi, mereka akan segera menutup situs web Anda dan tidak kembali lagi. Artinya, Anda akan kehilangan kepercayaan dari pengunjung baru, sekaligus mendapaktan bounce rate yang tinggi sebagai efek langsungnya. Tentu saja Anda tidak ingin hal ini tidak terjadi pada situs web Anda, bukan?

 

Cara Menghindari Peringatan Keamanan dari Google

Satu- satunya cara untuk menghindari peringatan situs tidak aman adalah menginstall SSL Certificate sebelum pembaruan ini berlaku. Dengan SSL Certificate, situs Anda akan terhindar dari peringatan ‘situs tidak aman’ saat pengunjung mengakses website Anda.

Sudahkah Anda menginstall SSL Certificate? Pertimbangkan lah saat ini juga!