Sedang heboh dan serunya menikmati game Pokemon Go, tiba- tiba rumor kurang sedang menghantam pecinta game ini di Indonesia. Menurut rumor yang beredar, pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika akan segera melakukan pemblokiran game yang saat ini tengah viral di seluruh dunia. Meskipun rumor ini belum diklarifikasi secara jelas oleh pemerintah, berbagai penolakan dari banyak pihak sudah muncul dimana- mana.

Salah satu penolakan gencar diungkan oleh chairman Communication and Information System Security Research Center, Pratama Persadha, yang menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk memblokir Pokemon Go.

Menurutnya, game yang satu ini sama sekali tidak melanggar Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Peraturan Menteri nomer 19 tahun 2014, tentang Penangan Situs Internet Bermuatan Negatif.

Artikel Menarik Lainnya :   Di Tahun 2045, Google Ingin Manusia Secerdas Android

Ia sekaligus mengingatkan bahwa Peraturan Menteri tersebut hanya mengatur tentang situs bermasalah dengan konten radikalisme, pornografi serta suku agama ras dan antargolongan. “Jadi perlu dilihat juga mana yang dilanggar Pokemon Go disini,” tuturnya pada Jumat 15 Juli 2016.

Pratama juga menambahkan bahwa Undang- Undang ITE juga tidak mengatur sama sekali tentang wewenang pemblokiran. Dan ini sudah cukup untuk menjadi payung hukum yang menjelaskan batas- batas pelanggaran yang dilakukan sebuah situs atau aplikasi berbasis internet.

“Memang sempat muncul kekhawatiran karena adanya celah keamanan di Pokemon Go versi iOS, namun itu sudah ditutup oleh pengembangnya,” jelasnya. Meskipun sempat mengalami masalah, menurutnya ini juga tidak bisa dijadikan alasan untuk pemerintah memblokir game yang sedang super kondang ini.

Artikel Menarik Lainnya :   Pengguna Mobile di Indonesia Kini Lebih Suka Pakai Aplikasi Dibandingkan Browser

Pokemon Go sebenarnya baru dirilis secara resmi di negara saja, yaitu di Selandia Baru, Australia dan Amerika Serikat. Selain di ketiga Negara tersebut, Pokemon Go baru bisa dimainkan dengan menginstall Apk secara manual alias di luar Google Play Store.

Yang patut diwaspadai, menginstall Apk sendiri yang tersedia di luar Google Store perlu kehatia- hatian karena sangat rentan mengandung malware atau virus. Faktanya, tidak sedikit pengguna Android maupun iOS yang mengalami kejadian ini.

Jika ingin aman dan terhindar dari malware atau virus, yang terbaik adalah menunggu sampai aplikasi resminya diluncurkan di Google Play Store untuk negara kita. Atau kalau memang sudah tidak sabar lagi, tidak ada salahnya untuk menginstall secara manual, tapi pastikan dulu kalau Apk yang akan diinstall benar- benar bersih dari virus dan malware.

Artikel Menarik Lainnya :   Gila! Game Pokemon Go Sudah di-Donwload Lebih dari 10 Juta User Android

 

Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?