Indonesia dikenal sebagai salah satu basis pengguna media sosial terbesar di dunia. Sebagai negara yang demen ber-medsos, ternyata mempengaruhi timbulnya karakter yang berbeda- beda dari user saat berselencar di situs dan aplikasi jejaring sosial ini.

Satu yang tidak kita sadari adalah munculnya beberapa perilaku unik yang berbeda dari pengguna media sosial di negara lain. Penasarana apa saja? Berikut ulasannya :
1. Obrolan yang Terlalu Personal di Timeline Mereka
It’s okayyy… salah satu fungsi media sosial memang untuk media berkomunikasi. Tapi, bukan berarti semua akan baik- baik saja untuk diobrolkan di timeline. Ada beberapa hal yang sebaiknya kita keep secara private, bukan dengan obrolan terbuka yang bisa dibaca siapa saja. Nah… ini yang sering kali terjadi di media sosial di Indonesia, baik itu di Facebook, Instagram atau Twitter.

Padahal kalau dipikir- piker, masing- masing jejaring sosial juga menyediakan fitur direct messege ya? Nah lho… aneh saja sebenernya kalau kita masih membeberkan obrolan yang terlalu intim di timeline secara terbuka.

Artikel Menarik Lainnya :   Panduan Lengkap Cara Menulis Artikel Viral dengan Mudah [Studi Kasus]

2. Membuka Toko Online di Instagram
Ini yang salah satu getol terjadi di Indonesia. Instagram berubah fungsi dari platform berbagi foto, menjadi platform untuk pajang produk jualan,hehehehe….

Memang sih, sampai sekarang pihak Instagram sendiri tidak melarang aktifitas yang hanya terjadi di Indonesia ini. Yang menarik, toko online ala Instagram ini justru banyak menuai kesuksesan. Banyak bisnis yang berawal dari Instagram ini justru akhirnya booming dan dikenal banyak orang. Keren ya?

3. Doyan nge- like Page di Facebook Meskipun Nggak Benar- Benar Tertarik
Dibandingkan dengan negara pengguna #Facebook lainnya, Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat royal ‘like’. Meskipun nggak benar- benar tertarik dengan konten Page atau iklan, mereka cenderung tetap memberikan jempolnya sebagai tanda partisipasi.

Fenomena ini lah yang menjadikan sebuah Page di Indonesia relatif gampang meningkatkan jumlah ‘like’ mereka. Belum lagi kalau ada iming- iming hadiah ini dan itu. Padahal hoax doang, ehhh…

Artikel Menarik Lainnya :   Email Marketing vs Social Media, Mana yang Lebih Baik untuk Mendongkrak Penjualan Anda?

4. Rajin Memajang Foto Anak
Belum banyak netizen Indonesia yang menyadari bahwa memajang foto anak dari bayi hingga balita sebenarnya melanggar privasi anak. Namun entah kenapa, hal ini sangat popular dilakukan di Indonesia. Bahkan tidak sedikit orangtua yang khusus membuatkan akun sosial media untuk anak mereka tanpa di-private.

Padahal perilaku orangtua yang seperti ini bisa sangat berbahaya sekali karena foto- foto ini bisa menjadi sasaran para pedofilia yang berkeliaran di internet. Jika ingin memposting foto anak, aturlah frekuensinya untuk tidak terlalu sering. Atau jika ingin membuat akun Instagram untuk anak, pastikan untuk menjadikannya akun private. Biarkan foto- foto anak ini hanya dinikmati anggota keluarga dan menjadi kado untuk si anak saat cukup umur nanti.

5. Kultweet

Kultweet memang sering menjadi hal umum yang dilakukan user Twitter kepada para #follower nya. Dengan kultweet, berbagi informasi atau pengetahuan menjadi lebih menyenangkan karena informasi diserap dengan mudah.

Artikel Menarik Lainnya :   Gila! Game Pokemon Go Sudah di-Donwload Lebih dari 10 Juta User Android

Kultweet biasanya ditandai dengan adanya penggunaan nomor yang berurutan. Ada yang puluhan, bahkan hingga ratusan nomor. Yang menarik, banyak follower si user yang akhirnya setia dan sangat antusias mengikuti kultweet yang ada. Tidak jarang juga, user yang rajin melakukan kultweet ini sering mengalami kenaikan follower yang lumayan jika kultweet nya dianggap menarik.

6. Twitwar
Obrolan yang sedang berlangsung di Twitter tidak jarang berujung dengan perdebatan atau pertentangan yang akhirnya menciptakan Twitwar atau perang tweet. Twitwar ini biasanya sering muncul kalau sudah bersinggungan dengan panggung politik antara kubu si A dan kubu si B.

7. Minta Ijin Follow atau Share
Perilaku unik pengguna media sosial terakhir di Indonesia adalah kerap meminta ijin follow atau membagikan postingan. Padahal follow, unfollow atau mem-block user di media sosial adalah fitu yang bebas digunakan dan tidak diperlukan untuk ijin dari si pengguna.

Ada yang ingin menambahkan??