Di bulan April yang lalu, Twitter sempat dihebohkan dengan kabar bahwa Facebook Ads telah mengubah kebijakan 20% teks untuk gambar. Sayangnya, setelah para marketer dunia berdiskusi dan melakukan beberapa percobaan, ternyata hal itu hanya lah isu belaka. Meski demikian, beberapa marketer percaya Facebook tengah menguji kebijakan mereka dengan melakukan beberapa tes terkait pembatasan jumlah teks ini.

Di awal bulan Juni ini, sepertinya keinginan banyak marketer dunia agar pembatasan jumlah teks maksimal 20% di gambar ini dihilangkan mulai menemukan titik temu. Dikutip dari Jon Loomer, seorang ahli Facebook Ads kelas dunia, Facebook kini sudah resmi menghilangkan peraturan teksk 20% untuk gambar iklan. Kini, sangat kecil kemungkinan iklan Anda di tolak atau dihentikan hanya karena memuat teks lebih dari 20%. Kabar gembira, bukan??

Beberapa tahun yang lalu, meskipun menuai protes dari para marketer, Facebook teteup keukeuh untuk memberikan batasan untuk jumlah teks yang diperbolehkan di gambar iklan. Jika jumlah teks di gambar Anda lebih dari 20%, alamat iklan Anda tidak akan berumur panjang. Setiap marketer yang akan mengunggah foto mereka wajib untuk memastikan jumlah teks mereka kurang dari 20% dengan menggunakan grid #tool.

Dengan tools tersebut, gambar dapat diidentifikasi jumlah teksnya. Jika jumlah teks lebih dari lima kota, maka alamat iklan Anda akan ditolak atau tidak akan berumur panjang. Padahal, lima square tersebut tidak selalu penuh dengan teks. Cukup menyebalkan, ya? Dan tentu saja kasus seperti ini sering membuat pengiklan kebingungan. Apalagi para jasa pengiklan yang sering berhadapan dengan customer yang tidak paham aturan seperti ini.

Artikel Menarik Lainnya :   Mengunci Akun Instagram ( Private ), Lebih Banyak Untung atau Ruginya??

 

Mengapa Facebook Mengubah Peraturan Teks 20% di Gambar Iklan??

Merasa heran dengan perubahan peraturan ini? Afsheen Ali, seorang Manager Marketing Facebook mengatakan bahwa perubahan ini untuk memudahkan pengiklan. Selain itu, riset dari tim sosial media ini sendiri juga menyatakan bahwa audiens lebih memilih gambar dengan teks yang lebih sedikit, sehingga meskipun gambar dengan banyak teks nanti disetujui, kemungkinan jangkauannya lebih sedikit dan biayanya menjadi lebih mahal.

Our research has shown that people demonstrate a preference for ads with less text. Previously, if 20% of an ad image’s area was text, it was not approved to run on Facebook, Instagram or the Audience Network. We’ve heard from some advertisers that this can be confusing, as it’s not always clear that an ad does not meet the policy requirements until after creative has been submitted. We are shifting to a new solution to improve this experience which allows advertisers more flexibility while still allowing us to maintain an enjoyable experience for people.

atau jika diterjamahkan kurang lebih seperti ini :

Riset kami telah menunjukan bahwa banyak audiens lebih memilih sebuah iklan dengan teks yang lebih sedikit. Sebelumnya, jika 20% dari area gambar adalah teks, maka iklan tidak akan disetujui untuk berjalan di Facebook, #Instagram atau jaringan pemirsa. Kami telah mendengar dari beberapa pengiklan bahwa hal ini dapat membingungkan, karena tidak selalu jelas bahwa iklan tidak memenuhi persyaratan kebijakan sampai setelah kreatif ( materi iklan ) di-submit. Kami beralih ke solusi baru untuk meningkatkan pengalaman beriklan yang memungkinkan lebih banyak fleksibilitas sekaligus masih memungkinkan kami untuk menjaga pengalaman menyenangkan untuk banyak orang.

 

Artikel Menarik Lainnya :   Hindari lah 5 Kesalahaan Ini Dalam Membuat Cover Foto Facebook

Perubahan Ketentuan Teks dalam Gambar Iklan

Sudahkah Anda mencoba beriklan dengan jumlah teks yang lebih banyak dari sebelumnya? Dengan jumlah teks lebih dari 20%, iklan Anda tidak akan lagi ditolak oleh Google. Namun perubahan yang terjadi kini, semakin banyak teks dalam gambar Anda, maka kemungkinan jangkauannya akan lebih kecil dan biayanya menjadi lebih tinggi.

Facebook tidak akan lagi membagi area foto Anda ke dalam sebuah grid 5×5. Sebaliknya, di peraturan terbaru mereka, situs jejaring sosial ini akan membagi kepadatan teks Anda menjadi 4 kategori berbeda, yaitu :

  • OK
  • Low
  • Medium
  • High

Berikut ini adalah beberapa sampel kategori foto berdasarkan kategori yang dibagikan Facebook :

 Teks di Gambar Area : OK 

Semakin sedikit teks, maka performa iklan Anda berpeluang tampil lebih bagus
teks,gambar,facebook,facebook ads

Contoh Gambar dari Facebook :
teks,gambar,facebook,facebook ads
 Teks di Gambar Area : Low 

‘Your Ad’s Reach May be Slightly Limited’, jumlah jangkauan Anda akan sedikit dibatasi
teks,gambar,facebook,facebook ads,low

Contoh Gambar dari Facebook :
teks,gambar,facebook,facebook ads,low


 Teks di Gambar Area : Medium  Menambahkan jumlah teks lebih banyak di gambar pertama dapat membuat jangkauan iklan Anda dibatasi
teks,gambar,facebook,facebook ads,medium
Contoh Gambar dari Facebook :
teks,gambar,facebook,facebook ads,medium
 Teks di Gambar Area : High  Semakin banyak teks di gambar akan membuat iklan Anda semakin dibatasi. Dikawatirkan, jika Anda menggunakan gambar seperti yang ditunjukkan Facebook ini, maka iklan Anda tidak bisa benar- benar menjangkau audiens seperti yang Anda harapkan. Pikirkan lah kembali sebelum menggunakannya.
teks,gambar,facebook,facebook ads,high
Contoh Gambar dari Facebook :
teks,gambar,facebook,facebook ads,high

Pengecualian….
Facebook juga menambahkan bahwa peraturan ini tidak diaplikasikan pada jenis gambar sebagai berikut:

  • Poster Film
  • Cover Buku
  • Cover Album
  • Gambar Produk
  • Poster untuk konser/ festival, atau even tertentu
  • Brand/ bisnis yang berbasis teks, seperti kaligrafi, komik/ kartun dan sejenisnya
  • Screenshot aplikasi dan game
  • Teks legal
  • Infografis
Artikel Menarik Lainnya :   Mana Placement Iklan yang Lebih Baik, Instagram atau Facebook?

Facebook Akan Meng- Update Tool Grid-nya Segera untuk Para Pengiklan
Meskipun perubahan peraturan ini sebenarnya terdengar menyenangkan, banyak pengiklan yang kawatir dengan jumlah teks yang mereka gunakan karena peng-kategorian ini bersifat ambigu. Artinya, jika dulu dengan tool grid mereka bisa mengira- ngira agar teks area mereka tidak sampai 20%, maka di peraturan baru ini mereka dibuat agak bingung menentukan apakah gambar mereka termasuk dalam kategori OK, Low, Medium atau High.

Tapi tidak perlu kawatir, Facebook sudah membaca hal ini ternyata. Dalam waktu dekat, Facebook akan meng- update tool grid mereka agar dapat mendeteksi kepadatan teks di gambar mereka dan meng-kategorikan gambar ke dalam salah satu kategori yang ada. Sebagai tambahan, kapan pun Anda membuat iklan di ad create tool atau power editor, Anda akan menerima peringatan apabila gambar Anda memuat terlalu banyak teks sehingga jangkauannya akan dibatasi oleh Facebook.

Kesimpulan…
Meskipun Facebook Ads kini menghilangkan peraturan 20% teks, tidak ada salahnya jika Anda tetap menggunakan acuan ini sebagai kontrol gambar iklan Anda. Semakin terkontrol jumlah teks yang Anda gunakan, maka performanya akan semakin baik. Sebaliknya, menggunakan terlalu banyak teks, meskipun iklan Anda tidak akan lagi ditolak oleh Facebook, akan membuat iklan Anda sulit dijangkau oleh audiens kecuali Anda menyediakan budget yang cukup besar. Bagaimana menurut Anda??