Brand activation atau juga dikenal aktivasi brand menjadi salah satu produk yang popular di era digital. Mulai dari perusahaan besar, hingga UKM dan perseorangan. Apa pun jenis bisnis Anda, menerapkan strategi personal branding akan membantu Anda untuk mengoptimalkan bisnis Anda. Dampaknya bisa Anda rasakan secara langsung atau pun tidak langsung, seperti peningkatan penjualan atau brand awareness.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Personal Branding ini? Mengapa hal ini penting? Bagaimana cara membangunnya? Dan siapa saja sosok ynag telah sukses melakukan aktivasi branding ini? Mari simak lebih lanjut artikel kompilasi dari kami berikut ini.

 

Definisi Personal Branding dan Mengapa Hal ini Penting untuk Anda

Pengertian dari Personal Branding adalah bagaimana Anda membangun dan mempromosikan apa yang Anda perjuangkan. Personal branding tidak hanya melekat pada brand- brand ternama seperti Starbuck, atau Apple. Setiap individu dapat melakukan strategi brand activation atau aktivasi brand untuk diri mereka sendiri.

Personal branding ini sendiri merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan Anda sebagai sosok yang telah Anda rancang. Personal branding ini juga bisa menjadi faktor yang membuat Anda menjadi unik diantara milyaran sosok professional lainnya di sekitar Anda atau brand sejenis (kompetitor) di bisnis yang sedang Anda geluti.

Apakah Personal Branding itu Hanya Buang- Buang Waktu saja?
Tidak sedikit orang yang mempunyai anggapan demikian. Sederhananya, orang- orang ini menganggap personal branding ini tidak penting. Ya, harus diakui bahwa melakukan aktivasi brand ini cukup memakan waktu, energi, dan bahkan biaya. Namun percaya lah, aktivasi brand bukan lah hal yang sia- sia Anda lakukan.

Terutama jika Anda menggeluti bisnis berkaitan dengan dunia digital dimana tantangan bisnis tak lagi sama. Untuk dapat meyakinkan pasar yang besar dan dipercaya sebagai brand berkualitas, Anda harus menyediakan produk dan layanan yang baik.

Sama halnya dengan nilai diri Anda di mata para pencari pekerja. Mereka akan melihat representasi online Anda sebagai bahan pertimbangan seleksi untuk menentukan apakah Anda layak menjadi kandidat pekerja atau tidak. Di tahap awal, mereka akan melakukan penyaringan terhadap seluruh profil Anda yang dapat dilacak secara online.

Artikel Menarik Lainnya :   21 Manfaat dan Fungsi Website untuk Brand, Perusahaan, dan Bisnis

Sebuah Lembaga konsultasi karir, CareerBuilder mengungkap, “Lebih dari setengah atasan/pemilik bisnis tidak mau memperkerjakan calon-calon kandidat pekerja potensial tanpa representasi online yang baik”.

Ia juga menambahkan, “Lebih dari separuh konsumen lebih memilih untuk berbisnis dengan freelancer/perusahaan karena suatu kehadiran online yang kuat dan positif”.

 

Kapan Waktu Terbaik untuk Personal Branding?

Kapan waktu terbaik untuk mengelola reputasi online Anda dengan sebaik- baiknya? Sedini mungkin! Dengan persaingan digital yang semakin ketat, Anda dapat secara kehilangan peluang bisnis maupun berkala jika tidak mulai mengelola reputasi online Anda. Tantangan yang ada kini bukan lagi seberapa mampu Anda menguasai sebuah bidang, namun bagaimana Anda merepresentasikannya secara global secara online.

Menurut data Lembaga konsultasi karir, rata- rata orang kini berpindah- pindah pekerjaan setiap 2-3 tahun. Para pakar pun memprediksi ada 40 persen tenaga kerja yang akan berubah haluan menjadi pekerja freelance secara massif di tahun 2020. Hal ini selaras dengan personal branding yang dianggap semakin krusial dari waktu ke waktu. Sebelum atau sesudah Anda menjadi seorang pebisnis, personal branding menjadi hal yang semakin penting untuk Anda kelola.

Penelitian dari Weber Shandwick terkait Personal Branding ini, beberapa point berikut ini penting untuk Anda garis bawahi dan tindak lanjuti :

  • Para eksekutif global mengaitkan 45 persen reputasi perusahaan mereka dengan reputasi CEO dari perusahaan mereka
  • Reputasi CEO diyakini memainkan peranan penting sebanyak 77 persen dalam menarik karyawan baru untuk berkontribusi ke perusahaan mereka, sekaligus diyakini memengaruhi motivasi karyawan sebesar 77 persen untuk tetap loyal pada perusahaan mereka.

Sederhananya, membangun reputasi bukan hanya penting untuk sebuah perusahaan atau brand ternama, tapi juga untuk personal dalam membangun karir mereka.

Artikel Menarik Lainnya :   9 Tips Memulai Bisnis Travel Online dengan Modal Kecil Hingga Berjalan Sukses

 

Tips Membangun dan Mengembangkan Personal Branding

Tidak ada ruginya jika Anda membangun personal branding Anda sesegera mungkin. Meskipun bagi banyak orang sekilas hal ini terkesan seperti aktifitas tidak produktif dan membosankan, namun secara perlahan Anda akan bisa merasakan dampak positif untuk karir dan bisnis Anda.

Untuk membangun personal branding, setidaknya ada 3 tahapan yang harus Anda lalui, yaitu :

1. Audit Hasil Penelusuran Online terkait Profil Anda

Cobalah untuk mengetikkan keyword berupa nama Anda di mesin pencari, dan lihat hasil pencarian yang muncul. Jika hasil penelusuran menampilan data yang terlihat tidak professional, atau bahkan tidak layak untuk ditampilkan (mislanya terkait perilaku asusila, tindak kekerasan, perilaku menyinggung SARA) yang langsung diakses public, segera hapus atau lakukan tindakan lain agar konten tersebut tidak muncul kembali di halaman pencarian.

Sedangkan untuk konten- konten yang memang layak untuk ditampilkan namun belum optimal, coba lah untuk mengeditnya agar terlihat lebih professional dan menarik. Awali dengan melengkapi profil Anda dan tuliskan informasi terkait spesialisasi Anda. Anda juga bisa menuliskan visi dan misi positif Anda, pencapaian karir Anda, dan hal positif lainnya. Point pertama sangat mudah untuk dilakukan, bukan?

 

2. Tulis lah Konten- Konten Terkait sesuai Keahlian Anda

Semakin relevan topik yang Anda buat, maka kredibilitas Anda di mata audiens akan semakin baik. Selain itu, buat lah konten dengan dukungan data dan fakta seputar keahlian Anda atau riwayat karir. Dengan begitu, kepercayaan pembaca terkait kemampuan Anda pun bisa meningkat dengan sendirinya. Untuk konten- konten semacam ini, Anda bisa menulisnya di website atau blog pribadi Anda, bisa juga di website yang merepresentasikan karir profesional, seperti Linkedin.

 

3. Kelola Akun Media Online Anda dengan Baik dan Rutin

Untuk membangun personal branding di era digital, penting untuk mempunyai banyak akun di media online dan mengelola semuanya secara rutin. Anda juga bisa membuat akun #mediasosial Anda dan meng- update status Anda dengan hal positif secara berkala. Gunakan lah kata kunci pendukung pencarian yang memudahkan orang- orang untuk mencari jejak digital profil Anda.

Artikel Menarik Lainnya :   Kisah Inspiratif Sally Giovanny, Dari Keliling Pasar Kini Sukses Jadi Pebisnis Batik Trusmi

Untuk media sosial, gunakan lah nama lengkap real Anda. Hindari penggunaan nama samaran, atau bahkan penggunaan nama yang cenderung ‘alay’ dan tidak professional. Simpel kedengarannya, tapi bisa mempengaruhi persepsi orang lain terhadap profil Anda.

 

Contoh Personal Branding

Ada banyak entrepreneur digital yang menggapai sukses berawal dari Personal Branding yang kuat di dunia online. Sebut saja Dewa Eka Prayoga yang dikenal sebagai best seller copywriter Indonesia. Atau Denny Santoso dengan Digital Marketer- nya.

Dewa Eka Prayoga

Melalui akun Facebook nya, Dewa Eka Prayoga kerap menyapa teman- teman atau follower nya dengan berbagai sapaan menarik, opini seputar bisnis online dan berbagi tips copywriting yang sering berujung dengan promosi produk. Selain dengan akun media sosial, Dewa Eka Prayoga juga melakukan pendekatan personal branding melalui email marketing. Dengan konten story telling khas miliknya, ia berhasil ‘menyihir’ follower nya untuk selalu betah menyimak tips- tips yang ia sajikan.

 

Kesimpulan

Personal Branding penting bukan hanya untuk brand atau perusahaan, tapi juga untuk setiap individu yang ingin bermain di bisnis online atau membangun karir mereka secara ciamik di era digital. Membangun reputasi online sebenarnya tidak serumit yang Anda bayangkan, karena faktanya, saat Anda memulai strategi online Anda atau mendaftar akun di media online, Anda sudah memulai Personal Branding Anda tanpa disadari.

Yang perlu Anda lakukan adalah mengoptimalkan profil Anda yang beterbaran secara online agar saat diakses orang lain, maka profil tersebut mempunyai kemampuan untuk berbicara hal positif tentang Anda. Persepsi orang lain di era digital terhadap Anda dimulai dari sini.