Apa yang membuat seseorang kerap gagal dalam memulai bisnis? Padahal dari segi background Pendidikan mendukung, dan karakter orang tersebut juga pekerja keras? Apa yang salah??

Salah satu faktor yang kerap membuat orang mengalami kegagalan dalam memulai bisnis adalah kurangnya mindset entrepreneur dalam diri mereka. Mindset adalah ukuran kekuatan seorang entrepreneur dalam memegang kendali bisnis yang dijalaninya. Mindset yang tepat ini sangat penting agar seseorang dapat memulai bisnis dalam kerangka yang benar.

 

Cara Mengembangkan Mindset Entrepreneur

Tidak ada kata terlambat untuk mulai mengembangkan  mindset entrepreneur. Simak tips berikut ini untuk membantu Anda mengembangkan mindset entrepreneur
1. Miliki lah Visi yang Besar
Visi yang besar bukan untuk terlihat keren dan hebat. Dengan visi yang besar, kita melatih diri kita untuk melihat tantangan besar yang akan kita hadapi. Tantangan besar tentu saja membutuhkan nyali besar dan menuntut strategi yang matang sebagai persiapan untuk menghadapi tantangan yang mungkin terjadi kedepannya.

Saat melihat gambaran dari visi besar ini, kita kerap merasa ciut karena ada pertanggungjawaban besar yang juga menanti. Namun di sisi lain, hal ini juga melatih mindset kita untuk berpikir kritis. Jika kita sudah terbiasa dengan hal ini, maka kita seolah mengajari diri kita untuk terus berkembang dari satu langkah ke langkah yang lainnya.

Artikel Menarik Lainnya :   Deretan Kerajaan Bisnis Zaskia Sungkar dan Irwansyah, Dari Kuliner, Fashion, hingga e-Commerce

2. Kerjasama Tim
“If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.”

Jika Anda ingin besar, maka penting untuk membangun kerjasama tim yang baik. Sehebat apa pun Anda, Anda tidak mungkin akan bekerja sendirian terus. Jika memang Anda mempunyai keahlian yang tidak dimiliki tim Anda, coba lah untuk mengajari mereka dan mulai mendelegasikan beberapa hal yang dapat mereka lakukan. Dengan begitu, Anda bisa bekerja dengan lebih efektif.

Selain berbagi skill, buat lah ruangan kerja senyaman mungkin untuk tim dan partner Anda. Jadikan kondisi tim se- happy mungkin agar masing- masing dari personel tim dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

3. Selalu Termotivasi untuk Mendapatkan Hasil Lebih dari Sebelumnya
Saat Anda mendapatkan sebuah tanggungjawab, berjanji lah untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan janji pada diri sendiri, Anda akan terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dibandingkan tidak berjanji sama sekali.

Menjaga motivasi agar terus menyala akan membantu Anda untuk terus bersemangat menjaga dan meningkatkan kualitas yang Anda miliki.

Artikel Menarik Lainnya :   Mengenal Cross Selling dan Up Selling

4. Lakukan Diversifikasi
Diversifikasi adalah sebuah tindakan untuk membuat sesuatu menjadi lebih beragam seihngga Anda tidak terpaku hanya pada satu jenis saja. Dengan diversifikasi, Anda dapat mengurangi resiko bisnis yang mungkin terjadi karena tidak tergantung pada satu jenis bisnis saja.

Contohnya, Anda melakukan diversifikasi terhadap unit bisnis Anda dengan memproduksi jenis produk baru dengan kategori atau segmen pasar yang berbeda. Diversifikasi juga seolah- olah mengisyaratkan bahwa bisnis Anda ini sangat up to date dan inovatif.

5. Mengoptimalkan Sales
Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan sales, yaitu membuat produk yang dicintai konsumen, strategi kemasan produk, dan penanganan komplain yang baik.

Salah satu mindset dasar yang wajib dimiliki oleh #entrepreneur adalah membuat produk yang disukai oleh para customer. Rule of the game yang perlu diingat, jika produk Anda disukai oleh customer, maka produk Anda juga akan diingat oleh mereka.

Menciptakan produk yang disukai customer juga sekaligus mempengaruhi tingkat penjualan Dengan begitu, produk Anda akan mudah dikenal dan mendapatkan keuntungan berlipat. Selain itu, Anda juga bisa berinovasi dari sisi kemasan. Dengan kemasan yang manis dan berbeda, produk Anda akan terlhat lebih menarik perhatian dibandingkan dengan kompetitor.

Artikel Menarik Lainnya :   Daftar 30 Blogger Sukses dengan Penghasilan yang Terbesar

Complain management juga hal yang perlu benar- benar Anda perhatikan. Saat customer komplain, pastikan Anda menanganinya dengan baik dengan cara mendengarkan keluh kesah mereka, dan memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Customer komplain yang ditangani dengan baik telah menunjukan hasil bahwa mereka kemudian menjadi customer yang loyal untuk perusahaan.

6. Cintai lah Bisnis Anda
Sering dilupakan, tapi sebenarnya sangat penting, yaitu mencintai bisnis yang Anda geluti. Dengan mencintai bisnis Anda, tentu Anda akan semakin bersemangat dalam mencapai goal- goal yang ingin Anda raih.

Hal ini juga akan memotivasi Anda saat bisnis Anda sedang dirundung masalah atau sedang dalam keadaan terpuruk.

7. Selalu Evaluasi Budget Perusahaan
Budget perusahaan sangat penting untuk selalu dalam pengawasan Anda. Jangan sampai karena sibuk dengan visi misi perusahaan, Anda sampai lupa untuk melakukan pengawasan budget.

Selain memperhatikan pemasukan, Anda juga perlu mengontrol pengeluaran dan melakukan penghematan dengan secara rasional. Menghemat budget bukan berarti pelit, melainkan Anda menyisihkan budget untuk pengembangan bisnis, sekaligus sebagai bagian dari manajemen resiko.