Type to search

Entrepreneurship

Tips Mengatasi Modal Minim Saat Merintis Usaha

Share
Trik menyiasati modal minim saat merintis usaha

Merintis usaha sendiri memang bukan perkara mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan yang harus seorang calon pengusaha hadapi. Jika tidak mempunyai persiapan yang matang dan tidak siap mental, bisa- bisa usaha yang dirintis akan gagal di tengah jalan sebelum berkembang.

Salah satu kendala yang sering menghantui calon pengusaha adalah keterbatasan modal. Memang harus diakui, modal punya pengaruh yang cukup penting terhadap keberlangsungan sebuah bisnis. Dengan dukungan modal yang lemah, calon pengusaha harus memutar otak untuk mengakali kekurangan ini dan itu agar bisnisnya tetap berjalan.

 

Modal Minim Bukan Halangan Dalam Memulai Usaha

Meski modal yang minim bisa menjadi kendala dalam memulai bisnis, bukan berarti hal ini tidak bisa disiasati. Sayangnya, tidak sedikit calon pengusaha yang langsung pesimis begitu menyadari bahwa bisnisnya dimulai dengan modal yang pas- pasan. Padahal, selama mau tekun berusaha, belajar, dan melakukan evaluasi, ada banyak trik yang bisa digunakan untuk menyiasati modal minim ini.

Lantas, trik apa saja yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah minim modal ini? Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan :

1. Miliki Pola Pikir Wirausaha (Entrepreneurship)

Menjadi pengusaha berbeda dengan menjadi pedagang. Saat merintis usaha, Anda dituntut untuk memastikan bisnis yang Anda rintis ini harus berkembang, mencapai progress dan milestone baru, dan tentu saja meraih kesukesan. Kunci vitalnya ada dalam satu hal, yaitu mempunyai mindset atau pola pikir wirausaha (entrepreneurship).

Artikel Menarik Lainnya :   7 Tips Mengembangkan Mindset Entrepreneur

Mindset entrepreneurship sangat penting untuk calon pengusaha baru yang merintis bisinsnya. Passion berwirausaha yang kuat tidak membantu Anda meraih sukses jika belum ditunjang dengan pola pikir yang hebat.

Dalam menghadapi kendala modal, saat menyadari keterbatasan tersebut, yang Anda lakukan adalah fokus dalam menaklukkan tantangan dan terus mengembangkan usaha secara perlahan. Fokus Anda tidak mudah terpecah dengan kegalauan terhadap kekurangan modal. Mental dan mindset Tangguh ini lah yang membantu Anda untuk meraih hasil yang semakin positif dari waktu ke waktu.

 

2. Memulai dengan Rencana dan Mitra Bisnis

Dengan mindset entrepreneurship yang ada di nomer #1, seorang mental pengusaha menyadari bahwa sebenarnya tidak ada bisnis yang dimulai dengan modal kosong. Selain dengan modal materi, yang tak kalah pentingnya adalah mempunyai modal pengetahuan yang mumpuni terkait bidang usaha yang sedang dibangun.

Dengan bermodal pengetahuan ini, seorang calon pengusaha akan memulai bisnis dengan perencanaan yang matang. Tidak terburu- buru, tidak mudah panik saat hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan. Mental pengusaha juga cenderung mempunyai Plan B, C,dan D, saat plan A mereka gagal. Meski begitu, ia tahu untuk tidak melirik plan lainnya sebelum plan awal mereka dieksekusi dengan matang.

Artikel Menarik Lainnya :   10 Langkah Memulai Usaha Baru untuk Pemula dari Nol Hingga Sukses

Dengan modal pengetahuannya juga ini lah mindset entrepreneur ini akan menjalankan bisnis dengan mencari mitra bisnis yang ideal. Hal ini penting untuk dilakukan, terutama saat menyadari bahwa modal yang dimiliki cukup terbatas. Dengan menemukan mitra bisnis yang tepat, Anda mempunyai partner untuk membangun dan mengembangkan bisnis bersama, sekaligus menanggung resiko bersama- sama.

 

3. Mencari Modal Tambahan dengan Bekerja Paruh Waktu hingga Pinjaman Usaha dan Investasi

Modal yang terbatas bukanlah akhir dari mimpi Anda untuk membangun kerajaan bisnis sendiri. Sebagai solusi paling masuk akal, Anda dapat mencari beberapa cara untuk menambah modal usaha Anda, seperti dengan bekerja paruh waktu, mengambil job freelance, atau mencari pinjaman modal usaha.

Untuk point terakhir, pastikan Anda cermat berhitung sebelum mengajukan pinjaman. Pastikan Anda memahami betul resiko yang Anda ambil sekaligus sudah mempertimbangkan kemampuan membayar Anda.

Langkah lain yang bisa Anda ambil adalah menambah modal dengan menjalankan investasi dari para investor yang berminat menjalin kerjasama dengan usaha yang Anda kembangkan. Point ini memang sedikit lebih rumit dan membutuhkan effort yang tidak biasa untuk mewujudkannya. Meski begitu, saat Anda berhasil menggaet para investor, maka potensi bisnis Anda untuk berkembang dan sukses pun menjadi jauh lebih besar.

Artikel Menarik Lainnya :   Pentingnya Mengoptimalkan Personal Branding untuk Meraih Sukses di Era Digital

 

4. Fokus, Fokus, Fokus

Modal yang minim sering menjadi kambing hitam dalam kegagalan sebuah bisnis. Padahal, kegagalan sebuah bisnis bukan hanya disebabkan oleh satu hal saja. Misalnya saja saat Anda menyadari modal yang Anda miliki terbatas, maka cobalah fokus memulai bisnis Anda dengan modal yang ada terlebih dulu. Singkirkan dulu ekspektasi yang tinggi- tinggi. Fokus saja dulu. Titik.

Tidak sedikit calon pengusaha yang gagal karena modal bisnis yang terbatas ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya. Misalnya saja memaksakan untuk menyewa tempat usaha, memaksakan untuk punya branding yang oke di awal usaha, memaksakan punya packaging yang keren, dan lain sebagainya.

Padahal, di awal merintis usaha, hal- hal tersebut seharusnya tidak menjadi prioritas. Yang penting usaha Anda jalan dulu, penjualan terus terjadi, dan ada keuntungan agar bisnis dapat bertahan dan terus berkembang.

 

Kesimpulan

Memulai usaha memang bukan hal yang mudah dan murah. Meski begitu, modal minim saat merintis usaha jangan sampai dijadikan alasan untuk keengganan Anda untuk terus belajar, fokus, dan bangkit menghadapi pasang surut dalam menjalankan bisnis Anda. Tidak ada yang sempurna saat kita memulai bisnis pertama kita. Namun dengan tekad yang kuat, kita semua bisa untuk berkembang dan meraih lebih banyak kesuksesan.

Selamat mencoba!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.