Niche blog adalah salah satu hal penting yang wajib untuk dirumuskan saat kita berencana membuat sebuah blog baru. Niche blog sebaiknya adalah hal yang bukan sekedar ikut- ikutan atau topik yang kita paksakan, padahal kita tahu tingkat kesulitannya cukup tinggi. Hal- hal seperti ini lah yang memicu kegagalan seorang blogger dalam mengelola blog miliknya.

 

Cara Menentukan Niche yang Tepat dan Menghasilkan

Anggap saja ada seorang blogger bernama Toni yang sudah sangat bersemangat dalam menggarap blog barunya. Awalnya  ia sangat antusias, karena dengan topik yang sama, temannya berhasil mendapatkan penghasilan yang lumayan. Sayangnya, progress yang dialami Toni sedikit berbeda. Lama kelamaan, karena satu dan lain hal, semangatnya surut. Penghasilan juga tak kunjung berpengaruh. Ia pun kemudian merasa telah salah memilih niche website. Familiar dengan cerita seperti ini?

Memulai sebuah blog memang tidak mudah saat kita merasa terjebak dengan niche yang salah. Kita pun berusaha untuk mengulang dan mengulang lagi untuk akhirnya membuat blog dengan niche yang tepat untuk kita. Memakan waktu yang cukup lumayan? Iya, jika Anda terus ikut- ikutan dan memaksakan diri. Padahal penentu niche blog adalah diri kita sendiri.

Jadi, bagaimana cara yang tepat dalam menentukan niche blog kita? Berikut ini adalah langkah- langkah yang dapat Anda lakukan :

1. Tentukan Tipe/ Jenis Blog Anda

Tidak sedikit blogger pemula yang memulai websitenya tanpa menentukan tipe blog yang ia miliki. Apakah blog ini untuk dibuat untuk blog bisnis, blog personal, atau blog untuk mencari uang tambahan dengan menjadi seorang fulltime blogger?

Artikel Menarik Lainnya :   6 Keuntungan Menarik Menjadi Blogger di Era Digital

Well, sebelum melangkah ke point kedua, pastikan tipe blog yang ingin dibuat sudah clear terlebih dulu. Hindari mencampur adukkan blog untuk bisnis, pribadi, atau blog untuk mendaptakan earning dari beberapa platform iklan, seperti banner, Google Adsense.

Mengapa tidak boleh mencampuradukkan blog?
Salah satu alasan paling masuk akal adalah kamu akan bingung dengan identitas blog mu. Hal ini dapat mengurangi nilai profesionalmu dalam hal blogging dan juga fokusmu dalam menulis artikel berkualitas. Misalnya saja hari ini kamu menulis tentang Tips Memilih Web Hosting, keesokan harinya Anda membuat sebuah artikel yang membahas tentang kegiatan kelinci peliharaanmu. Kira- kira nyambung, kah? Lantas bagaimana reaksi pembaca Anda saat mengetahui hal ini?

Tanpa progress signifikan karena konten yang tidak konsisten, hal ini kerap membuat blogger berhenti meng- update website mereka di tengah jalan.

 

2. Sesuaikan dengan Keahlian

Cara terbaik untuk menggarap sebuah niche adalah yang sesuai dengan keahlian kita. Dengan begitu, ide akan selalu bermunculan dalam membuat konten blog kita. Konten yang dibuat secara konsisten adalah salah satu alasan sebuah situs web menuai hasil yang baik.

Sebaliknya, saat Anda memaksakan diri untuk menggarap niche yang tidak Anda kuasai, maka semangat akan sering menurun di tengah jalan. Bagaimana bisa membuat artikel yang baik jika Anda sebenarnya tidak memahami isi artikel tersebut? Memaksakan diri ini lah yang akhirnya sering membuat seorang blogger menghasilkan konten yang ‘miskin’ dan ending nya blog tersebut tidak terurus.

Artikel Menarik Lainnya :   Daftar 30 Blogger Sukses dengan Penghasilan yang Terbesar

 

3. Sekedar Ikut- Ikutan

Seperti cerita Toni di atas, hanya karena seorang teman sukses dengan niche A, bukan berarti kita akan sukses dengan niche yang sama. Sekedar ikut- ikutan tidak berarti kita bisa menduplikasi sukses orang lain, termasuk dalam hal blogging.

Lebih baik gali niche yang benar- benar sesuai dengan keahlian kita dan fokus dalam hal tersebut. Jangan mudah tergoda saat teman blogger yang lain sukses dengan niche yang berbeda. Yang tidak terlihat, blogger tersebut mungkin sudah mengalami trial dan error atau sudah menginvestasikan cukup banyak waktu dan uang yang tidak kita ketahui. Hal ini sering terjadi, bukan?

 

4. Menentukan Niche sesuai dengan Trend

Point #4 ini dianjurkan untuk blogger yang setidaknya sudah punya pengalaman dalam mengelola blog. Dengan pengalaman yang Anda miliki, Anda bisa menentukan jenis niche sesuai trend yang sedang berkembang. Topik- topik yang hangat dibicarakan ini dapat mendatangkan keuntungan tersendiri jika Anda berhasil membuatnya.

Yang perlu dipertimbangkan, niche seperti tidak bertahan lama. Hype nya bisa jadi hanya sementara. Mungkin saja dalam beberapa tahun ke depan tren ini sudah tidak dibahas lagi di internet. Namun dengan trik ini, seorang blogger bisa memanfaatkan topik yang sedang HOT untuk diolah menjadi sumber trafik yang melimpah.

Artikel Menarik Lainnya :   Kupas Tuntas 10 Plugin Sosial Media Sharing WordPress Terbaik 2016

Atau bisa juga Anda menciptakan sebuah blog yang berisi kumpulan konten viral. Konten viral punya potensi untuk cepat populer dan mendapatkan trafik, terutama dari media sosial. Kelemahannya, Anda harus membuat konten yang up to date dan cepat, didukung oleh akun media sosial dengan fans/ follower yang cukup mumpuni, karena jenis niche blog cenderung digawangi oleh situs- situs media ‘raksasa’. Telat sedikit, konten Anda akan menjadi sesuatu yang ‘basi’.

 

5. Pertimbangkan Menggunakan Niche ‘Abadi’

Niche abadi adalah favorit para blogger yang menggunakan blognya untuk berburu penghasilan dari trafiknya. Salah satu alasan menggunakan niche abadi adalah karena niche ini tidak lekang oleh waktu. Meski sudah bertahun- tahun, konten Anda tetap dicari oleh orang di internet. Terutama jika Anda cerdik dalam mengolah keyword abadi dan rajin meng- update konten.

Seperti apa contohnya?
Salah satu contoh niche abadi adalah tips yang akan terus dicari orang, “How to”, DIY, atau ‘cara’ mengatasi sebuah masalah/ topik. Berbeda dengan topik tren yang akan mati seiring berjalannya waktu, niche abadi akan selalu hidup dan dicari.

 

Menentukan Niche Blog Sebenarnya Sangat Mudah

Ya, menentukan niche blog pada dasarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Yang lebih sulit adalah kemampuan kita dalam mengelola situs web kita secara konsisten. Jika selama ini Anda sekedar ikut sana, ikut sini, saatnya melakukan perubahan. Selamat mencoba!