Seorang marketer sejati selalu mempunyai cara menemukan produk laris untuk dijual dengan lebih optimal lagi. Salah satunya adalah mencari produk terlaris dari marketplace, dan menjualnya kembali lewat Facebook Ads. Jangan kaget, dengan cara ini, banyak marketer berhasil menuai profit berlipat dengan jaminan produk mudah terjual.

 

Menemukan Produk Laris di Marketplace untuk Diiklankan di Facebook

Trik seperti ini memang menggoda, dan nyatanya tidak terlalu sulit untuk dipraktekkan oleh siapa saja. Penasaran bagaimana caranya? Berikut tips yang bisa Anda praktekkan saat ini juga…

1. Temukan Produk Dengan Convertion Rate Lebih dari 10%
Lakukan riset sederhana di marketplace untuk menemukan produk laris dengan convertion rate lebih dari 10%. Misalnya saja produk catok sisi ASL-908 di Tokopedia. Produk ini telah dilihat sebanyak 46,3 ribu calon pembeli, dan  sudah terjual sebanyak 15rb. Artinya, setiap 3 orang yang melihat produk ini, ada satu orang yang melakukan pembelian.

Temukan produk dengan convertion rate diatas 10%

Sedangkan convertion rate nya adalah 15,000/46,300, yaitu 32,39%. Convertion rate produk ini sudah lebih dari 10% yang artinya sangat bagus untuk diiklankan di Facebook Ads atau Instagram Ads.

Artikel Menarik Lainnya :   9 Tips Memulai Bisnis Travel Online dengan Modal Kecil Hingga Berjalan Sukses

2. Temukan Harga Produk Termurah dengan Rating Bintang Minimum Empat
Langkah terpenting kedua adalah menemukan harga terbaik untuk produk yang akan dijual. Untuk memastikan kualitas, pastikan rating bintang minimum rata- rata adalah empat. Sempatkan juga untuk membaca review pembeli untuk memastikan produk dan kemasan dari penjual tidak mengecewakan.
2. Termukan produk dengan harga termurah

3. Cek Harga Lebih Tinggi dengan Convention Rate yang Baik
Langkah selanjutnya adalah mencari tahun harga yang lebih tinggi dari produk tersebut, tapi mempunyai convention rate yang masih baik. Goal nya adalah agar kita bisa mengira- ngira produk ini nanti akan kita jual dengan harga berapa via Facebook Ads.

3. Temukan produk dengan harga lebih tinggi dan konversi rate masih sangat baik

Misalnya saja jika kita menjual dengan harga 85.000 ini, maka kita masih mendapatkan profit 85.000-55.000, maka kita masih punya margin profit 30.000 dengan perbandingan setiap 5 orang yang melihat, maka terjual 1 produk.

Artikel Menarik Lainnya :   10 Toko Online Indonesia yang Paling Populer dan Sering Dikunjungi

Dari 73,7rb orang yang melihat, terjual sebanyak 13,9rb, artinya konversi dari produk ini adalah 18,86%. Masih cukup oke, kan?

4. Temukan Harga yang Lebih Tinggi Lagi dari Harga Tinggi Pertama
4. Temukan produk dengan harga yang lebih tinggi lagi meski convertion rate tidak terlalu tinggi

Karena harganya lebih tinggi lagi, maka convertion rate nya pun tidak sebaik harga tinggi pertama. Meski begitu, harga ini masih cukup oke jika kita iklankan via Facebook Ads. Jika kita menjual dengan harga 105rb ini, produk yang kita jual masih bisa laku dengan perkiraan tiap 19 orang yang melihat, maka terjadi 1 transaksi. Convertion rate nya 93/1800= 5,16%.

 

5. Tentukan Harga Jual
Setelah melakukan langkah 1-4, saatnya bagi Anda untuk menentukan harga jual, yaitu 85,000 – 115,000. Harga ini bisa kita mainkan untuk strategi promo, misalnya beli 1 harga Rp 115.000, beli 2 Rp 200.000. Atau khusus pembelian sampai tanggal xxx akan mendapatkan harga special Rp 90.000 dari harga Rp 115.000.

Artikel Menarik Lainnya :   Hindari 6 Kesalahan Fatal Facebook Ads ini Agar Iklan Anda Optimal

6. Manfaatkan YouTube untuk Mendapatkan Materi Iklan Video View
Untuk beriklan di Facebook, disarankan menggunakan jenis iklan Video View agar audience yang melihat iklan Anda dapat terekam pixelnya untuk nantinya dijadikan Custom Audience. Video iklan sendiri tidak harus Anda buat dari basic, melainkan bisa mencarinya di YouTube.

6. Manfaatkan YouTube untuk mendapatkan materi iklan Video View

 

Caranya, masukkan kata kunci di YouTube, lalu filter video dengan durasi di bawah 4 menit. Selanjutnya, cari video yang durasinya kurang dari 1 menit. Jika tidak ketemu, Anda bisa melakukan edit manual untuk memotong video seperlunya. Selanjutnya, ganti lah lagunya untuk menghindari cekalan hak cipta, dan di akhir video, jangan lupa untuk memasukkan kontak pemesanan di video.

Kesimpulan

Meskipun jenis iklan Video View memang sangat direkomendasikan untuk saat ini, Anda juga bisa bereksperimen dengan obyektif iklan yang lainnya. Lakukan saja Split test untuk mengetahui winning campaign Anda. Dengan begitu, Anda