Apakah Anda berpikir bahwa membuat konten yang disukai Google sekaligus disukai pembaca merupakan aktifitas yang ribet bin sulit? Sebenarnya tidak juga. Hal pertama yang Anda butuhkan adalah rasa percaya diri bahwa Anda dapat menulis dengan baik dan menyenangkan. Selanjutnya, Anda butuh konsep untuk mengetahui tujuan Anda membangun sebuah #blog. Apakah Anda menulis di blog Anda hanya sekedar untuk tempat curhat, tempat mengisi waktu senggang atau Anda ingin membangun sebuah website penghasil uang?

Jika Anda ingin website Anda menjadi website bisnis atau ladangpenghasil uang, tentu faktor- faktor SEO perlu diperhatikan. Sayangnya, kerap kali dengan berpijak pada SEO terlalu serius, maka hal tersebut dapat membuat artikel kita menjadi terlihat membosankan. Mungkin kita terlalu memaksakan untuk menggunakan kata kunci di sub heading ( H2 ) dan H3 atau kita juga memaksakan untuk membuat artikel kaku agar keyword density diperoleh sesuai level yang diperlukan. Kabar buruknya lagi, website yang dibangun hanya untuk tujuan SEO seringkali tidak bertahan lama di mesin pencari dan bisa membuat pembaca lari. Nah lho..!

Yang perlu kita lakukan adalah kembali ber-orientasi pada pembaca. Jadikan pembaca sebagai tujuan utama Anda. Dengan menyajikan konten yang menarik, informatif dan disukai pembaca, dan bukan hanya untuk robot, maka Anda juga akan menyajikan sebuah konten yang pasti akan disukai oleh mesin pencari, alias Google. Tips menulis dari entrepreneur.com berikut ini mudah- mudahan bermanfaat untuk Anda :

1. Menulis Konten untuk Pembaca dan Optimasi untuk Robot Search Engine

Tentu saja optimasi wajib kita lakukan setiap saat untuk membuat blog kita unggul di search engine. Tapi, ketika menulis, orientasi Anda harus kepada para pembaca. Suguhkan konten yang informatif dan menarik dari blog Anda untuk para pembaca. Konten yang alami, dan tidak dibuat untuk kepentingan SEO semata pada dasarnya lebih disukai mesin pencari dan akan bertahan dalam jangka panjang.

Artikel Menarik Lainnya :   Panduan Lengkap Cara Menulis Artikel Viral dengan Mudah [Studi Kasus]

Setelah Anda menulis artikel yang menurut Anda cukup menarik dan informatife pada pembaca, lakukan sedikit modifikasi untuk optimasi mesin pencari. Optimasi ini lakukan secukupnya saja sehingga artikel Anda tetap enak dibaca dan tidak kaku.

2. Lupakan Keyword Density

Keyword Density atau juga Kepadatan Kata Kunci sering menjadi perhatian blogger dalam menulis artikel SEO Friendly. Di sebuah artikel, kepadatan kata kunci biasanya berkisar antara 1% – 3% dari total kata dalam artikel. Namun faktanya, dalam panduan SEO Resmi nya, Google tidak pernah menyebutkan tentang keyword density.

Kembali ke prinsip optimasi artikel pada point 1, biarkan konten Anda terbaca secara alami dan tidak kaku. Memaksakan keyword density dalam sebuah artikel sama saja membuat artikel tidak enak dibaca dan cenderung seperti artikel robot. Gunakan keyword pada tempatnya dan secukupnya saja dengan persebaran yang merata. Memaksakan penambahan keyword demi meraih level keyword density yang ideal justru dapat merusak situs Anda di mesin pencari.

3. Gunakan Kata Kunci yang Relevant dan Bersinonim

Mesin pencari kerap menghubungkan sebuah kata kunci dengan kata kunci terkait lainnya. Maka dari itu, jangan fokus pada satu kata paten yang mengarah pada keyword yang Anda bidik. Sebaliknya, variasikan kata kunci di dalam konten Anda. Dengan variasi kata kunci, maka konten Anda akan semakin relevant dengan topik yang sedang Anda bahas, tanpa Anda harus memasukkan kata- kata yang sama persis sebagai kata kunci berkali- kali.

4. Pembahasan Yang Lengkap dan Mendalam untuk Menghasilkan Artikel yang Berkualitas

Saya sering membaca artikel yang lengkap, informativef dan benar- benar mendalam pembahasannya di banyak blog bule. Di artikel tersebut terlihat sekali bahwa blog tersebut memberikan effort terbaiknya untuk menyuguhkan artikel berkelas untuk para pembacanya. Nah, ini benar-benar menjadi PR untuk Saya dan banyak blogger Indonesia yang menulisnya masih banyak asal- asalan. Padahal, semakin dalam sebuah konten, maka konten akan semakin disukai oleh Google dan Pembaca. Berbeda ya dengan konten yang dangkal dan konten yang singkat.

Artikel Menarik Lainnya :   Penyebab dan Cara Mengatasi 500 Internal Server Error di WordPress

Kita mungkin sering mentok dengan jumlah kata, bahwa minimal kata untuk membuat artikel yang SEO Friendly adalah 300 kata saja. Dengan terpacu pada jumlah kata ini, maka seringkali kita menjadi mentok ketika menulis 500 kata. Menurut kita ini sudah bagus dan lengkap. Padahal banyak blog di luar sana yang menulis dengan 700 kata atau 1000 kata lebih per artikelnya.

Saya sendiri mulai belajar untuk tidak terlalu memperhatikan jumlah kata dalam artikel yang Saya buat, dan mulai fokus hanya untuk membuat artikel Saya menjadi lebih baik. Hasilnya, kadang tidak terasa artikel yang Saya buat rata- rata memiliki 700 kata per artikel dan juga 1000 kata per artikel dan sering juga lebih dari 1000 artikel.

Tapi yang perlu diingat, jumlah kata ini bukan semata- mata yang akan memenangkan Anda di mesin pencari. Jumlah kata ini adalah sebuah gambaran kualitas konten saja. Semakin berkualitas sebuah konten blog, maka akan semakin disukai Google dan pembaca. Artikel panjang ini juga bukan artikel yang terpaksa dibuat panjang dengan kalimat bertele- tele atau kalimat basa- basi yang berlebihan ya.

5. Long Tail Keyword pada Judul Konten
Judul yang panjang memang kerap nangkring di posisi yang lebih tinggi di search engine daripada judul yang terlalu singkat dan dibuat asal- asalan. Hal ini tetap terjadi meskipun kata kunci yang diketikkan pembaca di mesin pencari memang biasanya singkat. Sederhananya, menurut para Internet Marketer, konten dengan judul yang panjang dan deskriptif akan memiliki konversi yang lebih baik.

Artikel Menarik Lainnya :   7+ Tips Membangun Situs Web yang User Friendly

6. Selalu Responsif Terhadap Audiens/ Pembaca
Hal ini terkesan sepele, namun nyatanya, memberi respons kepada para pembaca Anda dengan menjawab pertanyaan atau komentar mereka akan membuat pembaca menyukai blog Anda dan tidak sungkan untuk kembali datang ke blog Anda. Sama seperti konsep #affiliate, membangun hubungan dengan sesama blogger dan pembaca, akan mendatangkan keuntungan tersendiri untuk kita. Banyaknya aktifitas ini pun akan membuat blog Anda disukai Google.

7. The Power of Social Share Button
Apakah Anda memberi kemudahan bagi para pembaca Anda untuk menyebarkan konten Anda? Di era social media seperti ini, menyediakan button social sharing yang mempermudah pembaca Anda untuk berbagi informasi akan memberi blog Anda traffic langsung secara gratis dan memberi dampak SEO yang baik secara keseluruhan.

8. Google+
Hubungkan akun Google+ Anda dengan blog Anda untuk mendapatkan Author Rank dan terhubung dengan sesama pengguna Google+ lainnya. Di dalam SEO, Google+ ini memiliki peranan yang cukup besar dan semakin penting. Jadi, gunakanlah Google+ mulai dari sekarang.

9. Gunakan Judul Deskripsi dengan Baik
Judul atau Title Tags adalah bagian pertama yang diperhatikan oleh mesin pencari ketika robot mereka mulai merayapi blog Anda. Selain judul, meta description atau deskripsi konten yang informatifakan menjadi faktor penting lainnya yang dirayapi oleh mesin pencari. Kedua hal ini juga akan muncul di mesin pencari, sehingga semakin baik dan menarik judul dan deskripsi sebuah blog, maka semakin besar peluangnya untuk mendapat perhatian dari audiens.