Bukan hanya mencari backlink sebanyak- banyaknya, tapi cari lah backlink yang berkualitas. Selain tidak menghabiskan waktu dan energi Anda percuma, aktifitas yang Anda lakukan pun benar- benar mengoptimalkan SEO website Anda dengan baik.

Dalam praktiknya, optimasi SEO, terutama off page memang erat kaitannya dengan backlink. Ada banyak perubahan dalam algoritma Google yang memaksa pemilik situs terus belajar meng-update optimasi mereka. Tujuannya tentu saja agar posisi situs web terus merangkak naik ke posisi yang lebih baik di halaman pencarian.

 

Pernah kah Anda mencoba penggunaan tool untuk generate backlink massal? Cara sudah mulai ditinggalkan karena meski dapat menaikkan peringkat situs backlink dengan cepat di halaman pencarian, cara ini juga sangat rentan dideteksi algoritma Google. Akibatnya bisa fatal, yaitu penurunan peringkat mesin pencari yang biasanya terjadi hampir untuk semua kata kunci, hingga hukuman deindex jika spam massal yang dilakukan cukup brutal.

Algoritma Google untuk mengatasi masalah optimasi backlink yang berlebihan ini dilakukan lewat Google Penguin. Dalam beberapa tahun terakhir, algoritma ini telah memakan banyak korban, yaitu mereka yang membangun situs mereka dengan berbagai jenis spam, backlink massal, dan berkualitas rendah.

Untuk menghindari amukan massal dari Google Penguin, banyak blogger yang beralih dari model backlink massal dengan tautan berkualitas rendah ke manual backlink dengan kualitas yang lebih tinggi.

 

Kriteria Backlink Berkualitas dalam Optimasi Off-Page

Yang sering menjadi kendala sebenarnya bukan cara mencari backlink berkualitas, melainkan seperti apa kriteria backlink berkualitas dalam SEO? Sudahkan cara yang kita lakukan selama ini tepat? Nyatanya, tidak sedikit webmaster yang masih bingung cara mendapatkan backlink yang dianggap berkualitas di mata Google dan dimana mereka haru mencari sumber backlink gratis.

Di artikel yang kami rangkum dalam beberapa sumber sumber, berikut ini 9 kriteria backlink berkualitas yang dapat Anda jadikan panduan dalam optimasi off-page:

Kriteria Pertama : Relevan

Alasan utama mengapa backlink yang berasal dari topik/ niche yang relevan sangat bagus dan berkualitas adalah karena tautan backlink ini terlihat lebih alami di mata mesin pencari. Selain itu, dalam hal user experience (pengalaman pengguna), tautan di situs web yang relevan juga tidak mengganggu pengunjung, dan bahkan sangat mungkin mendaptakna klik yang menjadi trafik.

Artikel Menarik Lainnya :   5 Prinsip Dasar SEO yang Tidak Lekang oleh Waktu dan Algoritma Google

 

Kriteria Kedua : Tautan Kontekstual

Tautan konteks tual adalah link yang ada di dalam konten atau halaman artikel. Alasan mengapa tautan ini berkualitas tinggi adalah karena tautan dalam artikel biasanya terkait atau relevan dengan konten yang diulas. Sama seperti kriteria pertama, tautan ini alami dan disukai mesin pencari.

 

 Kriteria Ketiga: DA PA yang Tinggi

Karena PageRank belum diperbarui lagi sejak tahun 2012, maka indikator untuk mengukur authority situs web kini menggunakan alternative DA PA (Domain Authority Page Authority) dari MOZ. Sama seperti peran Page Rank beberapa tahun lalu, situs web dengan DA PA yang tinggi akan menghasilkan backlink yang berkualitas di mata mesin pencari.

 

Kriteria Keempat : Domain Berumur

Salah satu faktor yang membuat authority web tinggi adalah usia domain yang sudah cukup tua atau dianggap sudah matang. Salah satu keuntungan mendapatakan backlink dari situs web yang sudah matang adalah indeks di mesin pencari cenderung lebih cepat. Dari sisi SEO pun, meskipun situs web berumur tersebut belum tentu punya authority yang besar, namun jenis backlink dari situs ini relatif lebih aman dan berkualitas dibandingkan mendapat backlink dari situs web yang baru seumur jagung dengan indeks yang belum stabil.

Di kalangan blogger, belakangan ini banyak yang memanfaatkan kualitas domain lama untuk membangun PBN. Namun Anda perlu berhati- hati dalam membeli domain yang berumur karena Anda perlu men- tracking terlebih dulu history dari domain tersebut.

Coba lah periksa riwayat web- nya, mulai dari tampilan halaman (bisa dengan menggunakan Web Archive) hingga history backlink- nya (dengan tool Ahrefs). Pastikan situs web ini tidak pernah digunakan untuk aktifitas spamming sebelumnya. Jika pernah digunakan untuk aktifitas spamming, maka bukan mendapatkan backlink berkualitas, Anda justru mendapatkan backlink yang buruk.

Artikel Menarik Lainnya :   Mengenal Website - Definisi, Jenis & Cara Membuat

 

Kriteria Kelima : Situs Web Ber- traffic Tinggi

Menurut para webmaster, “google follow people”, atau google mengikuti kumpulan orang- orang. Penafsiran yang berbeda- beda menghantui blogger untuk pernyataan ini. Meski begitu, mayorita meyakini bahwa ini berarti tautan yang ada di situs web dengan trafik berkualitas tinggi lebih baik daripada tautan yang ada di situs web dengan lalu lintas rendah. Selain itu, berada di situs web ber-trafik tinggi membuat peluang klik dari pengunjung web ke situs Anda menjadi lebih besar. Tidak 100% benar, namun akan benar- benar menjadi berkualitas saat kriteria lain terpenuhi.

 

Kriteria Keenam : Tautan Keluar (Outbond Links) Rendah

Kasus ini berkaitan dengan Link Juice. Mendapatkan backlink dari halaman dengan outbond links yang terlalu banyak akan mengurangi efektifitas backlink karena harus dibagi dengan tautan lain di laman yang sama. Sebaliknya, dengan tautan keluar yang rendah, backlink dari halaman tersebut akan lebih powerful karena link juice akan langsung ke situs web Anda tanpa berbagi terlalu banyak dengan tautan lain.

Perlu dicatat juga, terlalu sering mendapatkan backlink dari situs web yang mempunyai outbond link terlalu banyak dalam satu laman bisa berbahaya untuk situ web kita karena laman tersebut rentan terdeteksi sebagai spam.

 

Kriteria Ketujuh : Unik (IP Berbeda)

Mendapatkan backlink dari situs web yang berbeda IP dan hosting juga bisa  mempengaruhi peringkat situs web di mesin pencari. Logikanya seperti ini, jika backlink yang kita peroleh dari IP yang berbeda, maka kemungkinan besar backlink ini diperoleh bukan dari hasil manipulasi.

Kurang lebih seperti itu lah yang tertanam dalam bekan Google Pinguin. Meski dalam prakteknya, IP backlink yang berbeda sebenarnya juga bisa didapat dari proses manipulasi (misalnya dengan PBN). Sederhananya, mendapatkan backlink dari puluhan situs dengan IP yang berbeda jauh lebih baik daripada ratusan backlink dari situs web dengan IP yang sama.

Artikel Menarik Lainnya :   Apa itu SEO? Apa Manfaatnya untuk Bisnis? Mengapa Penting?

 

Kriteria Kedelapan : Atribut Dofollow

Menurut teori, link dofollow dihitung sebagai vote untuk situs web kita, sementara ‘nofollow’ berarti tidak atau netral. Jika Anda sudah mendapatkan backlink berkualitas sesuai dengan kriteria di atas namun ternyata bukan dofollow, maka itu adalah kerugian besar.

Ada beberapa blogger yang berpendapat bahwa nofollow masih dihitung sebagai backlink, ada yang bilang tidak. Namun meskipun masih dihitung, persentasenya sangat kecil dibandingkan dengan tautan dofollow.

Agar tampilan tetap alami, blogger disarankan untuk membangun backlink dengan persentase dofollow nofollow sekitar 80:20 hingga 95:5. Lakukan lah semua pencarian backlink, baik dofollow maupun nofollow agar backlink ke situs Anda terlihat alami di mesin pencari. Namun, berikan porsi yang lebih kecil untuk nofollow agar komposisi dofollow lebih banyak dan backlink Anda lebih kuat.

 

Kriteria Kesembilan : Tautan satu arah

Beberapa tahun yang lalu, sesama blogger kerap melakukan pertukaran link dalam melakukan optimasi SEO. Aktifitas ini dulu cukup efektif dalam meningkatkan Pagerank dan memperkuat situs web. Sayangnya, dengan algoritma Google yang sekarang, pertukaran link seperti ini sudah berkurang nilainya karena dianggap banyak manipulasi.

Cara yang lebih baik untuk mendapatkan backlink berkualitas adalah mendapatkan link secara natural dengan tautan satu arah (bukan dengan timbal balik). Alasannya sederhana, yaitu Anda mendaptkan backlink (+) tanpa harus kembali menghapus atau memberi backlink (-).

 

Faktor Lainnya

Selain 9 kriteria di atas, jangan lupa juga bahwa ada faktor- faktor lain yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan optimasi off-page Anda. Salah satunya adalah backlink dari media sosial. Meskipun tautan yang dihasilkan dari media sosial sebagian besar adalah nofollow. Namun, jenis tautan ini juga cukup baik karena mendatangkan trafik langsung dan menyebabkan efek viral.