Kesel nggak sih kalau kita sudah kerja keras nyiapin campaign untuk email marketing kita, ternyata setelah dikirim, hasil action nya nggak sesuai dengan harapan kita? Weiittss.. tunggu dulu, kesel boleh banget, tapi coba deh kita evaluasi diri sendiri. Jangan- jangan kesalahan utama justru kita yang membuatnya? Jangan- jangan… Nah kan, ternyata kita yang salah.

Percaya deh, ketika seseorang mendaftar menjadi subscriber kita, bisa jadi kita bukan satu- satunya orang yang mengirimkan campaign email ke pengguna tersebut. Bisa jadi, dia juga subscribe ke beberapa website serupa. Goalnya mereka sama saja, pengen si user ini convert jadi pembeli. Nah seringkali dibombardir email seperti ini si user bosan juga akhirnya. Padahal dia juga nggak merasa mendapatkan manfaat dari si pemilik website. Strike one!

Kesalahan Email Marketing yang Sering Tidak Kita Sadari

Tidak sedikit subscriber prospek yang menghapus banyak email di inbox mereka tanpa membaca isi kontennya terlebih dahulu. Bisa jadi, email Anda juga termasuk salah satu diantaranya. Salah satu alasannya, si user ini nggak tahu apa tujuan dari pesan Anda, tidak ada tujuan yang spesifik. Selain itu, email mu juga kurang mengandung sisi persuasif sehingga sama sekali tidak menyentuh aspek emosi si user, apalagi membuat mereka tergerak untuk ambil tindakan. Nah lhoo!

Sadis ya kalau dibaca aja enggak tapi langsung main hapus? Nah, sekarang mari kita pelajari untuk meminimalisir hal ini. Caranya adalah dengan menghindari tiga kesalahan umum yang membuat calon prospek malas terhadap email- email yang Anda kirimkan :

Artikel Menarik Lainnya :   Tutorial Lengkap Membuat Instagram Ads 2018

Kesalahan #1 : Email Anda hanya Tentang Anda, bukan Prospek Anda

Secara tidak sadar, Anda sering membuat email Anda terlalu fokus untuk meminta subscriber, misalnya meminta mereka untuk mengikuti saran Anda atau memaksa mereka untuk membenarkan penawaran Anda, tanpa menunjukkan empati kepada permasalahan dan solusi yang dibutuhkan oleh subscriber.

Padahal, di dalam email marketing, Anda hanya memiliki waktu kurang dari lima detik untuk mendapatkan perhatiann dari calon prospek. Semakin banyak waktu yang Anda buang untuk membicarakan diri Anda, semakin kecil kesempatan untuk membicarakan tentang bagaimana produk Anda membantu mereka mengatasi masalah mereka. Kurangi waktu untuk membicarakan tentang diri Anda, tapi ceritakanlah bagaimana produk yang Anda tawarkan ini bisa menghemat waktu mereka, meningkatkan produktifitas atau memudahkan pekerjaan mereka. Jelaskan dengan singkat, padat dan menarik bagaimana produk Anda benar- benar membantu mereka mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Ceritakan mengapa produk ini bisa membuat calon prospek tertarik dan ajaklah ia untuk terlibat dalam sebuah percakapan tentang produk Anda sehingga hal ini bisa merobohkan pertahannya untuk tidak beli menjadi ingin beli.

Copywriting Tips #1 : Copywriting yang hebat untuk sebuah email marketing selalu melibatkan empati. Tempatkan diri Anda sebagai calon prospek yang membutuhkan produk yang bermanfaat untuk mereka dan tidak hanya berisi ego si penjual. Buktikan lah bahwa Anda benar- benar datang untuk menawarkan sesuatu yang bernilai.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Membuat Konten yang Mendorong Pembaca Segera Melakukan “Action”

Kesalahan #2 : Terlalu Banyak External Link dan Font Cetak Tebal Warna Warni

Oke, email kita memang harus bisa menarik perhatian calon prospek. Tapi nggak gitu juga dongg… Jika memang Anda membutuhkan beberapa cetak tebal, link eksternal dan warna merah untuk penekanan Call to Action, itu sah- sah saja. Tapi kalau terlalu banyak cetak tebal dan warna warni ( lebih dari dua warna ) dan penekanan link berkali- kali, calon prospek justru ilfil. Ini sih Anda terlalu menunjukkan Anda sedang berjualan. Strike two!

Selain itu, email Anda juga langsung terkesan seperti email #spam, tidak kredibel dan membosankan. Selain itu, jika Anda belum memiliki seperti Dewa Eka Prayoga ( pasti tahu dong ), hindari juga untuk mengarahkan mereka ke sebuah link video. Ini bisa saja membuat mereka kehilangan fokus dan tujuan campaign email Anda tidak tercapai sama sekali.

Copywriting Tips #2 : Jenis campaign email yang paling efektif adalah yang clean ( bersih, tidak terlalu banyak aksesoris ini itu ) dan to the point secara halus. Seringkalii di dalam email Anda tidak butuh gambar baner ini itu, grafik atau video untuk menjelaskan produk Anda. Gunakan lah copywriting yang simple tapi mengena di emosi calon prospek Anda.

Artikel Menarik Lainnya :   5 Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Membuat Ads yang Convert

Kesalahan #3 : Mana Call to Action Anda?

Call to Action adalah senjata maut yang dapat membawa subscriber Anda masuk ke dalam list convert alias konversi. Call to Actions yang lemah atau tidak tepat sasaran akan gagal menggerakkan prospek atau bisa membuat mereka meng-klik unsubscribe saat itu juga. Buat lah #CalltoAction yang jelas dan memberi mereka alasan untuk melakukannya. Jika CTA Anda tidak jelas, maka email Anda adalah sia- sia.

Copywriting Tips #3 : Sebelum mengunci campaign email marketing Anda, tanyakan pada diri sendiri, “Kenapa sih mereka harus merespon email Anda?” Artinya, Anda perlu menekankan kepada calon prospek keuntungan yang mereka dapatkan dan kerugian bila mereka tidak melakukan tindakan saat itu juga. Berikan semacam ‘urgensi’ atau desakan, misalnya produk ini tidak akan tersedia lagi setelah 3 hari atau promosi produk ini hanya bisa dibeli sampai minggu ini saja atau keterbatasan- keterbatasan lain yang membuat mereka merasa rugi jika tidak ambil tindakan secepatnya.


Tiga tips ini bisa dibilang merupakan tips sederhana saja. Tapi mengingat kita sering melupakan tiga hal ini dan campaign kita berakhir dengan statistic yang menyedihkan, maka tidak ada salahnya untuk mengingatkan kembali dan me-refresh tampilan email kita. Semoga bermanfaat!