Beriklan di Facebook sudah lama menjadi platform iklan favorit untuk para marketer. Dengan Facebook Ads, mengolah data audiens sangat mudah jika memang kita mengoptimalkannya. Untuk tahap awal beriklan, Anda harus pastikan Anda sudah memaksimalkan metode targeting iklan yang Facebook telah sediakan.

Apa sih pentingnya targeting yang optimal untuk iklan Anda? Tentu saja penting! Selain mencegah Anda dari boncos budget percuma, targeting memudahkan iklan Anda untuk tampil kepada orang- orang yang tepat sesuai dengan jenis audiens Anda. Jika jenis audiens sudah tepat, dengan kombinasi budget dan konten yang optimal, Anda seharusnya mendapatkan keuntungan yang optimal.

Metode Targeting yang Bisa Anda Olah untuk Facebook Ads Anda

Jadi, metode targeting apa saja bisa Anda manfaatkan di Facebook Ads? Simak ulasan berikut ini :
1. Interest Targeting
Interest atau ketertarikan atau minat adalah metode yang paling umum digunakan di #FacebookAds. Untuk memaksimalkan potensi iklan Anda, petakan lah audiens target iklan Anda ke dalam beberapa kelompok sesuai minat mereka.

Artikel Menarik Lainnya :   Facebook Ads vs Google Adwords, Mana yang Lebih Efektif?

Interest ini umumnya akan dicari berdasarkan keyword tertentu di kolom targeting, Misalnya Anda akan berjualan hijab, maka interest targeting Anda bisa untuk mereka yang punya interest pada ‘hijab’, ‘jilbab’, ‘busana muslimah’, ‘gamis’, dan lain sebagainya.

Keyword disini bukan hanya benda saja, tapi juga bisa menggunakan nama tokoh. Misalnya Anda ingin menargetkan hijab tadi, Anda bisa memasukkan tokoh hijaber popular, seperti Zaskia Adya Mecca, Ustadz Yusuft Mansyur, Oki Setiana Dewi, dan masih banyak lagi.

Saat Anda memasukkan satu keyword targeting, Facebook akan memberikan referensi keyword lainnya yang masih berhubungan. Ini akan memudahkan pengiklan untuk mendapakan insight seputar interest audience mereka. Yang perlu Anda perhatikan, di setiap interest ini akan muncul angka audience dengan keyword tersebut. Selalu pilih yang angkanya signifikan dan meyakinkan jika Anda menemukan keyword yang sama.

2. Behavior Targeting
Berbeda dengan Interest yang berbasis minat atau ketertarikan, Behavior adalah metode penargetan bebasis perilaku pengguna. Jika Anda ingin menargetkan iklan Anda kepada pengguna smartphone tertentu, maka itu artinya Anda kana menggunakan behavior targeting ini.

Artikel Menarik Lainnya :   10 Fitur Tersembunyi WhatsApp yang Wajib Diketahui

Mengoptimalkan targeting Anda dengan behavior targeting yang sesuai akan membantu iklan Anda menemukan calon pembeli yang tepat. Contoh behavior targeting ini misalnya mobile device user tertentu, facebook page admin, frequent travelers, dan masih banyak lagi.

3. Demographic Targeting
Dengan memainkan demographic targeting, Anda bisa menargetkan iklan Anda untuk tampil kepada mereka yang relationship nya single atau engaged, grade pendidikan, kepada mereka yang akan berulang tahun sebentar lagi atau kepada mereka yang menjadi orangtua baru. Menarik kan?

Bagi Anda yang berjualan produk fashion anak, buku anak atau paket bulan madu, manfaatkan lah jenis targeting ini sebaik- baiknya.

4. Jangan Mengabaikan Targeting Basic
Sebelum Anda melangkah ke point 1-3, sebelumnya Anda sudah harus memperhatikan targeting basic Anda terlebih dulu, yaitu dari range usia target audience, bahasa, dan gender. Jangan sampai karena Anda asyik mengotak- atik detail targeting sampai- sampai Anda sembarangan dalam menentukan targeting dasar Anda.

Artikel Menarik Lainnya :   15 Ide Membuat Kontes/ Kuis Social Media yang Bisa Anda Terapkan Saat Ini Juga

5. Similiarity Targeting dengan Custom Audience
Similarity targeting berarti Anda mentargetkan audiens yang mempunyai karakter atau profil yagn sama dengan daftar target market yang Anda miliki sebelumnya. Untuk pengguna Facebook Ads, Anda bisa merasakan gurihnya Custom Audience untuk mendapatkan similarity targeting ini, sekaligus menemukan harta karun lainnya untuk mengoptimalkan potensi iklan Anda.

Dengan data Custom Audience, Anda bisa mengolahnya menjadi Look Alike Audience dan memanfaatkannya untuk split test level advance. Kalau sudah membahas ini sih bakal panjang. Yang ini akan kita lanjut ke postingan lainnya ya?

After all, goal dari targeting adalah berapa banyak data yang terkonversi menjadi customer. Untuk mendapatkan konversi yang tinggi ini memang tidak instant. Latihlah skill Anda dengan rajin melakukan split tes agar hasil yang Anda peroleh semakin terukur dan maksimal.