Dalam sebuah pernyataan resmi, Google mengungkapkan bahwa mereka akan menghentikan layanan url shorterner atau pemendek url milik mereka yang sering dikenal dengan sebutan goo.gl. Anda pasti sudah tidak asing dengan pemendek url ini, bukan?

Layanan goo.gl ini diluncurkan sejak tahun 2009, dan sayangnya tidak akan diperpanjang lagi. Alasannya, Google memilih untuk menggantikan layanan tersebut dengan layanan Firebase Dinamic Links (FDL) yang akan berjalan per 13 April nanti. Jadi, bisa dibilang, layanan ini sudah tidak bisa lagi digunakan sejak tanggal tersebut.

Namun bagi pengguna lama, Anda masih bisa menggunakannya hingga satu tahun kedepan, atau tepatnya hingga 30 Maret 2019. Anda bisa memanfaatkannya untuk menyingkat url dan memindahkannya dari data konsol.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Install 2 WhatsApp atau Aplikasi Lain di HP Android

Lantas apa bedanya layanan goo.gl dan layanan FDL baru nantinya? Secara kelebihan, layanan goo.gl mempunyai kelebihan dalam fitur penambahan third-party API yang memungkinkan untuk membuat QR Code Link yang dapat dibagikan. Sedangkan layanan FDL nanti akan mempunyai smart URL baru yang dapat mengirimkan lokasi orang kemanapun pada Android, IOS, dan aplikasi web. FDL juga dapat mengotomatisasi dan mendeteksi platform yang digunakan pengguna.

Menurut Michael Hermanto, Software Engineer Firebase, sejak dirilis, layanan goo.gl memang telah membantu banyak orang dalam membagikan tautan, menemukan konten yang lebih mudah, dan mengukur trafik online. Sejak perilisan layanan url shortner dari Google, banyak layanan yang sama dari pihak lain bermunculan.

Artikel Menarik Lainnya :   Pengguna Mobile di Indonesia Kini Lebih Suka Pakai Aplikasi Dibandingkan Browser

Ia tidak menampik bahwa URL shortener memang sebuah alat yang hebat dan ia mengagumi ciptakan tersebut. Namun untuk selanjutnya, Michael mengaku lebih tertarik pada integrase FDL yang sudah lebih dulu ada dalam fitur Firebase. Ia akan menyematkan dan mengintegrasikan tautan FDL agar dapat mendeteksi platform secara dinamis dan tautat dapat bertahan selama proses pemasangan aplikasi.

Ia juga menambahkan bahwa keputusan menghentikan layanan Google shortener ini juga merupakan upaya untuk memfokuskan kembali usahanya karena beralih ke layanan FDL. Karena layanan goo.gl ini akan dihentikan sepenuhnya setelah tanggal 30 Maret 2019, pihak Google menyarankan agar pengguna segera beralih menggunakan FDL atau menggunakan layanan url shortener dari pihak ketiga lainnya.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Melakukan Riset Keyword dengan 5 Tool Berbeda