Banyak blogger yang menyadari bahwa proses pembuatan konten adalah salah satu langkah paling krusial yang menentukan kesukses dalam dunia blogging. Namun, meski sudah berpengalaman, membuat konten masih termasuk hal yang tidak mudah untuk dilakukan secara konsisten. Mengapa? Bisa jadi karena waktu atau kita mempunyai banyak kegiatan lain yang harus dikerjakan.

Sebenarnya seorang blogger nggak melulu harus membuat konten yang baru. Sebagai contoh, jika kita sudah mempunyai blog dengan konten yang cukup lama, kita bisa melakukan trik posting ulang konten lama ulang. Meski terkesan sepele, namun ternyata hal ini justru memberi manfaat ekstra untuk blog kita

 

Keuntungan Memposting Ulang Konten Lama

Yang dimaksud dengan mem-posting ulang konten lama adalah melakukan update atau pembaruan dari konten lama yang sudah pernah kita tulis sebelumnya, lalu melakukan pembaruan tanggal posting konten tersebut. Jadi, secara tidak langusng, konten tersebut akan berubah menjadi konten baru tanpa kita harus membuat konten baru sepenuhnya.

Hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan trik ini adalah jangan sampai mengubah alamat URL dari konten tersebut. Jika kita sampai mengubah URL konten, maka konten tersebut akan dianggap sepenuhnya baru tanpa mempertimbangkan posisi sebelumnya dari konten tersebut yang sudah terekam di mesin pencari.

Terlebih lagi, sangat disayangkan jika konten lama ini juga sudah mempunyai backlink. Tentu saja backlink tersebut menjadi sia- sia belaka. Belum lagi munculnya halaman error saat ada pengunjung mengunjungi halaman URL lama dari internal link atau dari sumber yang lain.

Artikel Menarik Lainnya :   7 Tips Menciptakan Konten Story Telling yang Memikat Fan Facebook Anda

 

Alasan Melakukan Posting Ulang Konten Lama

1. Konten Lama Sudah Usang

Saat kita mempunyai konten yang terindeks dengan baik di mesin pencari, tentu hal ini sangat menyenangkan. Namun sayangnya, saat pengunjung membaca konten tersebut, mereka kecewa karena konten yang dibacanya ternyata sudah usang.

Usang disini berarti informasi yang mereka tidak lagi relevan dan memang perlu dilakukan pembaruan. Nah, dengan melakukan posting ulang ini lah kita bisa bisa membuat konten lama menjadi lebih relevan lagi informasinya sehingga tidak akan mengecewakan pengunjung yang membaca.

Bagian penting dari proses pembaruan konten adalah kita benar- benar terupdate dengan informasi niche kita secara berkala sehingga kita bisa melakukan modifikasi konten sesuai kebutuhan. Tidak harus melakukan perombakan habis- habisan. Jika dirasa hanya sedikit bagian untuk di-update, maka tambal lah bagian tersebut. Namun jika Anda merasa perlu menambahkan informasi dalam jumlah besar, lakukan lah.

 

2. Konten Tidak Masuk ke Halaman Pertama

Riset menunjukkan bahwa 91% orang yang mencari informasi melalui mesin pencari, mereka hanya melihat hasil pencarian di halaman pertama saja. Artinya, hanya 9% orang yang meneruskan pencarian ke halaman kedua dan seterusnya.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Login ke cPanel Hosting dengan Mudah Tanpa Mengingat Link

Coba bayangkan jika konten lama Anda ternyata hanya nangkring di halaman kedua atau ketiga mesin pencari. Kira- kira, berapa banyak orang yang akan mengakses konten tersebut?

Namun jika Anda mencoba melakukan update terhadap konten lama tersebut dengan tambahan update, konten, dan media, sehingga konten Anda menjadi lebih berbobot dan menarik, tentu kemungkinan Anda kana mendapatkan tambahan share media sosial serta komentar yang dapat mendongkrak posisi konten Anda di mesin pencari.

Sebaliknya, jika kita hanya melakukan pembiaran, maka konten kita akan semakin tenggelam seiring berjalannya waktu. Tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Coba lah meng- update konten lama Anda.

 

3. Konten Selayaknya di-Update Secara Berkala

Untuk niche tertentu, ada beberapa jenis konten yang memang membutuhkan update secara berkala. Misalnya saja niche yang terkait dengan software, aplikasi, dan data selular. Konten dari niche ini harus diupdate dari waktu ke waktu karena kecenderungan update dari sang pengembang, baik itu pembaruan dari sisi fitur, informasi, atau hal lainnya.

Meski niche kita bukan software dan aplikasi, kita perlu memantau, mana saja konten yang membutuhkan pembaruan informasi. Goal utamanya adalah menyajikan konten se- relevan mungkin untuk pembaca kita. Dengan begitu, pengunjung tidak akan kecewa dan meninggalkan blog kita dengan persepsi negatif.

Artikel Menarik Lainnya :   Penyebab dan Cara Mengatasi 500 Internal Server Error di WordPress

 

4. Mengoptimalkan Algoritma Google

Salah satu pembaruan penting dari algoritma Google dalam mesin pencarinya beberapa tahun terakhir ini adalah bahwa Goolge tidak hanya memperhatikan exact keyword saja, namun juga semantic keyword.

Exact keyword adalah kata kunci yang benar- benar sama, misalnya saja konten yang membahas tentang ‘cara menurunkan berat badan tanpa obat’, maka exact keyword yang dimasukkan adalah ‘cara menurunkan berat badan tanpa obat’. Padahal, saat ini Google juga memperhatikan penggunaan kata kunci yang bersifat semantic, misalnya saja sesuai contoh tersebut, Google juga akan mempertimbangkan konten yang berisi kata kunci lain seperti ‘cara menurunkan berat badan secara alami’, ‘tips menurunkan berat badan tanpa olahraga’, dan lain sebagainya.

 

Kesimpulan

Bisa dibilang, meng- update konten lama kita berarti kita mengoptimalkan potensi konten kita. Selain melakukan update konten lama dari sisi penambahan informasi dan media relevan, coba lah juga untuk menambahkan semantic keyword ke dalam konten kita. Dengan begitu, effort yang kita lakukan akan lebih maksimal dalam mendongkrak posisi konten kita di mesin pencari.