Kerap mendengar Keyword Stuffing dalam pembahasan SEO On-Page atau tips menulis artikel yang SEO Friendly? Bagi teman- teman yang sudah berada di tengah atau sudah menguasai ilmu SEO, maka istilah ini memang tidak asing lagi. Namun bagi teman- teman pemula yang sedang belajar ilmu SEO, istilah ini mungkin masih mengambang di atas pikiran dan belum menemukan pemahaman yang pas tentang Keyword Stuffing ini.

Definisi dan Contoh Keyword Stuffing

Keyword Stuffing erat sekali kaitannya dengan kualitas konten sebuah blog secara #OnPage. Di dalam menulis sebuah konten untuk blog atau website, tentu saja kita selalu ingin mengoptimalkan kata kunci alias keyword yang dibidik. Nah, disini kuncinya. Dalam optimasi ini, kadang kita secara tidak sadar melakukannya secara berlebihan. Kita menggunakan kata kunci yang sama secara berulang- ulang, sehingga penggunaan kata kunci yang ditarget berjumlah terlalu banyak di konten yang kita posting. Keyword stuffing juga dapat dilakukan dengan cara menaruh keyword yang terlalu banyak di meta tag keyword. Tujuannya sih biar semakin banyak di-indeks Google, tapi ternyata malah…

Kata kunci terlalu banyak? Bau- bau nya seperti spamming nih kalau kita mengaitkan kata terlalu banyak ini? Yes, betul sekali! Keyword Stuffing ini akan terbaca sebagai tindakan spamming kata kunci. Di jaman purba dulu ( beberapa tahun yang lalu ), teknik ini memang kerap digunakan untuk mengakali mesin pencari. Tujuannya tentu saja untuk nangkring di posisi atas di hasil pencarian. Namun, seiring dengan canggihnya algoritma Google, trik ini sudah tidak work lagi. Sebaliknya, konten yang dicurigai melakukan Keyword Stuffing justru bisa mendapatkan pinalti dari Google, sehingga peringkatnya bisa turun dan tertinggal dari kompetitornya, dan yang terburuk, website juga bisa kena deindex.

Artikel Menarik Lainnya :   Berburu Backlink Berkualitas dengan Blog Commenting

Di dalam penulisan sebuah konten, kita juga mengenal istilah Keyword Density, yaitu kepadatan kata kunci dalam sebuah artikel atau konten blog. Untuk membuat artikel yang SEO Friendly, menurut beberapa praktisi SEO, keyword density yang ideal dalam sebuah postingan ini berjumlah maksimal 2,5%. Jika persentase keyword density Anda jauh diatas persentase yang disarankan, dan ini terjadi di banyak konten blog Anda, maka ini adalah alert bahwa di konten blog Anda terdapat terlalu banyak pengulangan kata kunci yang dibidik.
Untuk lebih jelasnya tentang pengulangan kata kunci yang berlebih atau Keyword Stuffing bisa dilihat di konten yang membidik kata kunci ‘kucing persia’:
 Kucing Persia yang tersedia di toko kami adalah Kucing Persia pilihan. Kucing Persia ini cantik, manis dan sehat, serta memiliki bulu yang lembut dan tidak mudah rontok seperti Kucing Persia di toko sebelah yang katanya menjual Kucing Persia terbaik. Kucing Persia kami juga memiliki harga terjangkau sehingga para pecinta Kucing Persia bisa…. 

Terlalu banyak pengulangan kata kunci di satu paragraf saja ya?

Bukan hanya di konten saja, tindakan Keyword Stuffing juga bisa dilakukan dengan memasukkan meta tag keyword terlalu banyak di konten atau di widget dengan font text yang tidak terlihat atau terbaca jelas dengan tujuan mengelabui mesin pencari dan pembaca. Mungkin Anda pernah masuk ke sebuah halaman website yang muncul di halaman pencarian, dan ketika Anda masuk ke halaman tersebut, ternyata apa yang Anda cari tidak ada, dan halaman tersebut adalah halaman yang di-generate dengan script dan banyak keyword tertentu. Nah, ini salah satu indikasi website tersebut menjalankan beberapa teknik yang tidak disarankan oleh Google ( black hat ), dan keyword stuffing adalah salah satu yang dilakukan.

Artikel Menarik Lainnya :   14 Tips SEO untuk Meningkatkan Ranking Blog Anda Dengan Lebih Cepat

Website yang Dengan Sengaja Melakukan Keyword Stuffing Bertumbangan

Di tahun 2012 ke bawah, praktek spam keyword ini memang masih banyak terjadi. Dan bisa dibilang di periode tersebut, beberapa website yang melakukan teknik tersebut mengalami masa- masa kejayaan. Namun itu dulu, karena tentu saja Google tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Ketika Google meng-update algoritma nya dengan Google Panda, banyak sekali website yang melakukan praktek spam tersebut bertumbangan. Mereka roboh dari halaman pertama dan kehilangan banyak visitor, dan bahkan tidak sedikit yang mulai terkena Google Sandbox. Setelah update Algoritma Hummingbird, praktek Keyword Stuffing ini bahkan semakin menumpas para spammer tersebut.

Bagaimana Caranya Menghindari Keyword Stuffing?

Dari pembahasan diatas, tentu semakin paham ya bahwa Keyword Stuffing adalah tindakan yang tidak disukai Google. Melakukan tindakan spamming keyword ini berarti kita memberikan nilai minus di upaya SEO yang telah kita lakukan. Jika mungkin kita tidak sengaja melakukannya, maka tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki konten dan struktur website kita.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Melakukan Riset Keyword dengan 5 Tool Berbeda

Lalu, upaya apa saja yang dapat kita lakukan untukmenghindari tindakan spam kata kunci ini? Berikut ini yang dapat Anda lakukan:
*) Menulis senatural mungkin dengan konten yang bermanfaat dan berkualitas untuk pembaca. Arahkan orientasi konten Anda untuk pembaca, bukan robot. Dengan berorientasi pada pembaca, maka secara tidak langsung Anda justru tengah melakukan optimasi SEO untuk jangka panjang
*) Menggunakan keyword sewajarnya dan dengan kata yang bervariasi
*) Tidak berlebihan dalam memasukkan kata kunci di meta tag keyword
*) Menggunakan plugin ‘SEO by Yoast’ untuk mendeteksi persentasi Keyword Density konten Anda, sehingga Anda dapat mengontrol jumlah kata kunci yang digunakan dalam satu postingan

Lihat Gambar :
keyword density, yoast seo

Gambar: persentase keyword density di postingan ( analisa Yoast SEO plugin )

*) Tidak perlu buru- buru dalam optimasi awal, lakukan optimasi terbaik dan senatural mungkin tanpa terlalu memaksa

Penerapan SEO yang alami memang sering kali berbuah lambat dan mengakibatkan kita tidak sabaran dan tergoda untuk melakukan teknik- teknik terlarang. Suka atau tidak, begitulah prosesnya. Kita memang wajib optimasi semaksimal mungkin agar website kita memperoleh posisi yang baik di hasil pencarian,tapi kalau terlalu maksa dan ingin yang instan- instan, bisa jadi hasil yang diperoleh justru bikin kita nyesek di belakang.

Sekian postingan tentang Keyword Stuffing kali ini. Mudah- mudahan bermanfaat dan mencerahkan. Terimakasih sudah membaca ^_^