SEO atau Search Engine Optimization kerap menjadi komoditas utama yang diperbincangkan para blogger ketika mereka membicarakan blogging, website dan monetize. Banyak yang mengatakan bahwa SEO adalah yang terpenting. Saking ngebetnya tentang SEO ini, tidak sedikit para webmaster yang justru terjebak dengan mitos tentang SEO yang keliru.

Banyak yang ngebet ingin membeli link dengan PR tinggi dan melakukan optimasi berlebihan yang pada akhirnya justru menyebabkan peringkat website turun. Kalau sudah seperti ini, siapa yang akan disalahkan? Tidak main- main, kadang kita malah turut menyalahkan Google sebagai biangnya. Tidak sedikit yang para blogger yang suka menyalahkan Google karena sering mengganti alogaritma search engine nya yang memang di-update secara berkala. Menurut mereka, alogaritma Google hanyalah akal- akalan pihak Google saja untuk memuaskan para pengiklan Google Adwords.

Bakal panjang nih urusannya kalau terus kita perdebatkan. Mari kita simak apa saja mitos keliru tentang SEO yang kerap mengganggu strategi SEO para blogger.

1. Mitos SEO : Semua Webmaster dan Orang IT Mengerti dan Bisa SEO

Sebuah perusahaan kerap mencari karyawan dengan basic orang IT atau webmaster dengan harapan karyawan tersebut nantinya dapat meningkatkan kualitas SEO website perusahaan. Faktanya, tidak semua orang IT dan webmaster mengerti tentang SEO.

Seorang webmaster mungkin akan terlihat ahli dalam membuat sebuah website, khususnya karena website berbasis CMS memang mudah untuk dikerjakan. Namun ketika mereka harus berhadapan dengan optimasi website, seperti pengaturan plugin Yoast SEO, XML Sitemap, redirect atau membuat robot.txt untuk website, maka belum tentu mereka bisa dan menguasainya. Bahkan para ahli koding pun belum tentu seorang Master SEO.

2. Mitos SEO : Ranking #1 di Google adalah Yang Terpenting

Unggul di mesin pencari memang penting, tapi bukan berarti hal ini segalanya, sampai- sampai harus menghalalkan segala cara. Google dikenal sangat rajin melakukan update alogaritma mesin pencari sehingga hal ini kerap menciptakan dinamika dalam hasil pencarian mereka. Yang paling utama adalah berorientasi pada apa yang dibutuhkan pembaca Anda. Website dengan konten aktual, informatif, detail dan menarik bukan hanya disukai oleh pembaca, tapi juga mesin pencari. Website Anda mungkin saja berada di urutan #4 atau #5, tapi bukan tidak mungkin memperoleh jumlah klik yang lebih banyak daripada mereka yang berada di peringkat pertama dan kedua.

Artikel Menarik Lainnya :   Tips Meningkatkan Ranking SEO dengan Menggunakan Sosial Media

3. Optimasi Website atauSEO Hanya Cukup Sekali Saja

Kita tidak seharusnya langsung puas terhadap apa yang telah kita lakukan dalam teknik SEO kita. Nyatanya, optimasi tidak hanya dilakukan dalam 1-2 kali, melainkan seterusnya. Optimasi website bukanlah sebuah pekerjaan yang memiliki titik akhir, karena website Anda memiliki banyak kompetitor yang juga melakukan pekerjaan yang serupa dengan Anda, melakukan optimasi terhadap website mereka secara berkelanjutan.

Karena kompetisi terus berjalan, dan Google juga selalu meng- update hasil pencariannya, maka Anda juga wajib melakukan optimasi dan maintenance ( perawatan ) terhadap website Anda secara berkala.

4. SEO Tidak Berkaitan dengan Media Sosial

Di era sosmed seperti ini masih berpikir demikian? Hmmm…. Sebaliknya, mesin pencari memberi nilai yang special untuk media sosial dan backlink tipe ini cukup kuat untuk mendongkrak SEO sebuah website. Selain itu, Google tidak henti melakukan pengembangan terhadap media sosial andalannya, Google+ dan juga Google Authorship, sehingga sangat mengedepankan konten yang relevant dan berasal dari sumber yang terpercaya. Konten yang banyak dibagikan di media sosial ini lebih mudah dipercaya. Jadi tentu saja tidak bisa dipisahkan antara keduanya.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Melakukan Riset Keyword dengan 5 Tool Berbeda

5. Mitos SEO Keliru: Jumlah Backlink itu Penting
Beberapa kali perubahan alogaritma Google sempat membuat banyak blog bertumbangan. Banyak dari mereka yang website nya terlempar jauh dari halaman pertama dan tidak sedikit pula yang langsung deindex. Backlink memang masih sangat penting sebagai salah satu factor penentu rankingsebuah website, tapi bukan segalanya. Jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda hanya untuk focus pada link building, maka Anda akan kehilangan waktu untuk meningkatkan kualitas website Anda.

Seimbangkan waktu Anda dengan baik untuk meningkatkan kualitas blog Anda dari segi konten dan ini akan menjadi investasi Anda dalam jangka panjang. Buatlah konten yang menarik dengan pembahasan yang mendalam, sehingga ketika pembaca berada di blog Anda, maka mereka merasa bahwa blog Anda adalah tempat yang tepat untuk dijadikan rujukan.

6. Tag H1 sebagai Kunci Keberhasilan SEO
Mitos SEO yang satu ini sudah lama kita dengar ya. Sampai saat ini, masih banyak para webmaster yang percaya bahwa tag H1( pada Judul ) adalah kunci keberhasilan dalam SEO. Memang sih, struktur konten dalam halaman website merupakan salah satu faktor penting untuk unggul di halaman pencarian. Tag H1 pun memang kerap dianggap penting, tapi jangan lupa bahwa mesin pencari itu selalu melakukan perubahan dan melakukan penyesuaian yang dibutuhkan.

Para webmaster kerap terlalu fokus pada Tag H1 dan bahkan sering memberi tag tersebut pada kata kunci, sehingga akan terkesan seperti SPAM, dan malah berakibat buruk untuk SEO. Saat ini sih trik ini jarang digunakan karena memang tidak begitu efektif. Blogger juga semakin menyadari bahwa konten mereka lah yang paling penting dan menjadi senjata utama.

Artikel Menarik Lainnya :   Lindungi Website Anda dari Negative SEO dengan Cara Ini

Baca Juga: Mengapa Google Plus dan Author Rank Penting untuk SEO?

7. Mitos SEO Keliru: Jumlah Indeks di Mesin Pencari #Google Sangat Penting
Semakin banyak yang diindeks, maka akan semakin baik. Apa iya? Gara- gara mitos SEO keliru ini, maka banyak blogger yang menggunakan banyak tags untuk setiap postingan di website mereka dengan harapan semua tags tersebut terindeks dan trafik yang lebih besar diperoleh. Padahal, terlalu banyak tags dalam satu postingan justru bisa dianggap spam.

Secara SEO, penggunaan tags ini akan membantu performa halaman website untuk dirayapi dengan baik oleh mesin pencari. Tapi tentu saja tags tersebut harus relevan dengan isi konten, alias sesuai dengan topic yang dibahas. Jika mesin pencari menemukan bahwa tags tersebut tidak berhubungan dengan konten, maka bersiap- siaplah jika halaman web ini mendapatkan masalah di halaman pencarian.

8. SEO adalah Sebuah Seni yang Tidak Pasti
Yes, pada satu titik Saya sempat berpikir bahwa SEO memang sebuah hal yang sangat misterius. Posisi sebuah halaman website di mesin pencari memang bisa berubah setiap saat dan bisa berganti kapan saja. Tapi tentu saja, perubahan ini adalah sesuatu yang berpola dan memiliki perhitungan tertentu.

Google berusaha sebaik mungkin untuk dapat menyuguhkan hasil pencarian yang paling relevan untuk penggunanya. Misi mereka adalah memberikan hasil pencarian terbaik, yang bermanfaat untuk penggunanya. Jadi tentu saja #SEO bukan hal yang tidak pasti atau misterius. Dengan mengetahui kebutuhan dan konsep sebuah website, maka Anda dapat melakukan serangkaian optimasi yang dapat mendongkrak kualitas website Anda di mesin pencari sesuai dengan kebutuhan.