Ingin sukses? Pasti, begitulah jawab orang- orang ketika pertanyaan ini dilontarkan di sebuah sesi seminar #motivasi yang digawangi oleh motivator kondang Indonesia. Sayangnya, keinginan setiap orang untuk sukses seringkali tidak dibarengin dengan niat kokoh dan usaha untuk meraih kesuksesan itu. Parahnya, kita juga sering terjebak dengan mitos- mitos negatif yang membuat mindset kita jadi susah kaya dan nyali kita menjadi kecil.

Harus diakui, orang Indonesia ini memang sering sekali percaya dengan mitos. Bukan hanya orang di Indonesia saja sih, karena pada dasarnya mitos dipercaya di banyak budaya di dunia secara turun menurun. Mitos, dapat didefinisikan sebagai informasi yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah dan langsung, tapi masih tetap dipercaya sebagai kebenaran karena informasi tersebut telah menjadi konsumsi dari generasi ke generasi.

Apakah mitos itu salah? Mitos ya mitos, tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Namun, seringkali mitos yang salah ini adalah hal yang benar, ketika orang percaya dan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.
Lantas, apa hubungannya antara mitos dan kesuksesan? Yes, ini point yang akan kita bahas lebih lanjut. Banyak mitos negative yang kita percaya ini pada akhirnya membuat diri kita menjadi inferior atau rendah diri dalam hal mengejar cita- cita dan kesuksesan. Mitos sering membuat kita takut bermimpi besar dan bertindak gila- gilaan. Bahasa kerennya, mitos ini dapat menciptakan Penjara Mental, meminjam istilah yang digunakan oleh Pak Adi W Gunawan ( penulis buku  best seller Hipnoterapy & Psiklogi ).

Penjara mental ini sendiri dapat didefinisikan sebagai situasi dimana pikiran manusia sulit berkembang karena dipenuhi dengan informasi atau mitos yang salah yang beredar  di masyarakat.

Hilangkan Mitos Penghambat Kesuksesan Ini dan Anda Akan Lebih Percaya Diri dalam Meraih Mimpi dan Cita- Cita

Langsung saja, berikut ini adalah mitos- mitos penghambat kesuksesan yang masih dipercayai oleh banyak orang:
1. Keturunan Miskin akan Menjadi Miskin
Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang berpikir seperti ini, “Saya ini Cuma anak orang nggak punya, nggak perlu mimpi besar- besar, kerja cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari saja Saya sudah bersyukur”.

Artikel Menarik Lainnya :   7 Tips Mengembangkan Mindset Entrepreneur

Sayangnya, banyak sekali orang yang berasal dari kalangan biasa saja memiliki pola pikir seperti ini. Percaya bahwa dirinya dilahirkan dalam keadaan yang susah maka ia akan sulit untuk menjadi manusia yang sukses. Bagaimana hidup Anda dapat berubah jika Anda  sendiri pesimis dengan kehidupan Anda? Bukankah Tuhan sendiri pernah berkata bahwa Ia tak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum orang tersebut merubah keadaan-nya sendiri?

[Tweet “Lahir miskin itu biasa, mati miskin itu salah Anda”]

Padahal… banyak juga miliarder di luar sana yang dulunya merupakan orang biasa- biasa saja atau bahkan berasal dari keluarga yang sangat miskin. That’s it, jadikan mereka sebuah contoh untuk mengubah mindset Anda dan menghilangkan penghambat kesuksesan ini.

2. Pendidikan Rendah Tidak Bisa Sukses

Pendidikan sering menjadi alasan yang membuat banyak orang percaya dirinya sulit meraih kesuksesan. ‘Ah.. saya kan cuma lulusan SMA, teman- teman Saya kebanyakan S1. Siapa saya dibandingkan dengan mereka yang ber-titel. Dapat kerja di pabrik ini pun sudah mukjizat.’

Ealahh… masa’ mukjizat kok dapat kerja di pabrik? Ini namanya meremehkan kekuatan Tuhan. Walaupun Indonesia memang dikenal sebagai negeri ijazah, bukan berarti Anda tidak bisa sukses dengan berbekal kemampuan yang Anda miliki. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk sukses. Sarjana nganggur banyak, sarjana jadi tukang becak juga banyak. Sebaliknya, lulusan SD jadi pengusaha mebel ada; tidak sekolah tinggi jadi miliarder pun banyak. Bahkan menteri perikanan kita, Bu Susi Pudjiastuti pun bisa memiliki  maskapai penerbangan dan bisnis yang sukses meskipun tidak sekolah tinggi.

Artikel Menarik Lainnya :   Three Wise Monkeys, Filosofi Jepang yang Kaya akan Makna

Ada yang terlupakan juga ketika kita menyebutkan kata pendidikan, yaitu bahwa pendidikan itu bukan hanya melalui jalur formal saja. Pendidikan jalanan, sebutan untuk pelajaran yang orang pelajari dari jalanan atau kehidupan langsung adalah yang terpenting untuk membentuk karakter sukses seseorang. Seringkali orang yang memiliki kehidupan keras punya mental yang tangguh dan keuletan unik yang dapat menjadi modal utama untuk meraih sukses. Ayo gan… kita juga bisa!

3. Kesuksesan itu Hoki/ Keberuntungan

Yes, mitos Hoki atau keberuntungan ini sangat popular di masyarakat kita. Tidak heran, ketika Anda iseng- iseng mengetikkan terapi keberuntungan atau jimat keberuntungan, pasti banyak deh orang yang jualan terapi atau jimatnya, hehehe…. Percaya?

Pada dasarnya Hoki dan keberuntungan itu memang ada, tapi untuk kebenarannyahanya sebagat potensi dalam diri seseorang untuk sukses, jadi sama sekali bukan penentu segalanya, bukan. Seperti kata pepatah, keberuntungan itu seringkali datang dari semakin banyak percobaan yang kita lakukan. Artinya… ayo belajar, praktek dan berusaha lebih keras lagi.

Selain itu, keberuntungan juga seringkali terbentuk karena intuisi yang dimiliki oleh seseorang. Sedangkan intuisi itu sendiri terbentuk karena banyaknya pengalaman atau informasi yang diperoleh. Misalnya seperti ini, Pak Deva adalah seseorang yang sangat berpengalaman di bisnis property, maka secara otomatis ia memiliki intuisi bisnis di bidang property yang cukup  tajam. Tentu saja intuisi ini  terbentuk karena pengalamannya selama menekuni bisnis tersebut, bukan muncul secara tiba- tiba.

Artikel Menarik Lainnya :   Meraih Sukses dengan Bantuan Tuyul Warisan Bapak Saya

Kesimpulannya, yakini lah Hoki atau keberuntungan itu sebagai potensi dalam diri Anda, yang jika Anda asah dengan sungguh- sungguh dan Anda manfaatkan dengan baik, maka hasilnya akan luar biasa. Keberuntungan, kalau dalam bahasa Inggris itu LUCK ya? Sudah tahu kepanjangannya apa? LUCK = Labor Under Correct Knowledge, artinya Bekerja Keras dengan Pengetahuan yang Benar. Singkirkan deh mitos penghambat kesuksesan yang satu ini!

4. Nasib/ Takdir
Banyak sekali yang ketika seseorang jatuh, maka orang tua, saudara, sahabat atau diri sendiri mencoba menghibur dengan kata- kata, ‘Ya udah, syukuri saja, mungkin memang sudah takdirnya untuk jadi pedagang kecil saja’.

Sejenak itu terasa seperti mengademkan hati kita yang lagi galau, tapi secara tidak  langsung kalimat itu jadi menciutkan tekad kita yang dua jam yang lalu berapi- api jadi ‘ya sudah lah.. memang sudah nasib dari Yang Kuasa’. Dan pada akhirnya, kalimat ini lah yang menjadi NASIB Anda selanjutnya…

5. Mitos Weton/ Hari Lahir/ Shio/ Zodiak/ Aura Gelap sebagai Penghambat Kesuksesan

Mitos yang satu ini memang sudah mendarah daging dan susah untuk dilenyapkan. Dulu sih pas masih SMP ya kita percaya aja pas Zodiak bilang ini itu, tapi kalau sampai sekarang kita masih percaya? Ya tanggung sendiri resikonya…

Yang pasti, yang perlu diyakini sekarang adalah bahwa keberhasilan seseorang itu bergantung pada diri sendiri, dengan memanfaatkan sumber daya dari Tuhan yang telah dikaruniakan kepada kita. Dengan bekerja keras, belajar, tidak mudah menyerah dan tekun mengejar impian Anda, maka  mudah- mudahan apa yang Anda inginkan akan dapat terwujud dengan lebih mudah. Ayo optimis dan singkirkan penghambat kesukesan ini. Maka hidup akan terasa lebih baik dan lebih mudah.